Kamis, 20 Februari 2020

 

 

Ekonomi Infrastruktur

Menteri BUMN Resmikan Gardu 150 Kilovolt di Jayapura

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 24 Agustus 2018 09:01 WIB

Menteri BUMN Resmikan Gardu 150 Kilovolt di Jayapura
Ilustrasi. Foto: ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan gardu listrik dan transmisi 150 kilovolt (kV) sebagai upaya pemerintah dalam rangka mempercepat rasio elektrifikasi di Papua dan Papua Barat.

"Dengan transmisi listrik yang baru semoga Papua bisa mendapatkan listrik yang lebih bagus," kata Rini Soemarmo dalam acara peresmian Gardu Induk & Transmisi 150 kV Holtekamp-Jayapura dan "sharing session" relawan Papua Terang di Jayapura, Jumat (24/8).

Menurut Rini, dengan gardu induk dan transmisi yang baru maka diharapkan ke depannya tidak akan ada lagi pemadaman dan warga mendapatkan akses kelistrikan yang lebih baik lagi.

Menteri BUMN menuturkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, akses terhadap listrik akan membuat rakyat semakin sejahtera, karena dengan listrik memiliki beragam manfaat seperti membuat anak-anak bisa belajar lebih banyak.

"Dengan listrik anak-anak bisa belajar lebih lama dan utamanya, dengan listrik masyarakat bisa memanfaatkannya dengan usaha," paparnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Maluku dan Papua Ahmad Rofiq menyatakan, pemerintah telah memerintahkan rasio elektrifikasi terutama di Indonesia bagian timur.

Ahmad Rofiq memaparkan, rasio elektrifikasi di wilayah Papua dan Papua Barat adalah 53,62 persen, dengan terdiri atas Papua 44,85 persen, dan Papua Barat 86,28 persen.

Sedangkan rasio kelistrikan di wilayah-wilayah tersebut (Papua dan Papua Barat) adalah 59,57 persen untuk rasio kecamatan berlistrik dan 30,39 persen untuk rasio desa berlistrik. Selain itu, daya mampunya mencapai 385,41 MW dengan beban puncak 294,24 MW.

"Upaya untuk menjawab itu, PLN menjalankan ekspedisi Papua Terang dengan beragam lembaga pendidikan dan pemda dalam upaya mempercepat infrastruktur kelistrikan di desa-desa yang belum terlistriki di Papua," ucapnya.

Ahmad Rofiq memaparkan, ekspedisi Papua Terang terbagi ke dalam dua gelombang, dan gelombang pertama berhasil mensurvei 419 desa yang ada di 5 posko, yakni Jayapura, Timika, Merauke, Wamena dan Nabire selama dua bulan.

Menurut dia, kondisi geografis dan sosial di Papua menjadi tantangan bagi tim selama melaksanakan survei.

PLN juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang telah menyediakan data berkat bantuan peta digital dari lembaga tersebut.
 

Berita Lainnya

Presiden Jokowi: Investasi Jalan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo menyebut investasi merupakan jalan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah ekonomi . . .

Ekonomi Kamis, 20 Februari 2020

Presiden Jokowi: Seluruh Negara Berebut Arus Modal Masuk

SOKSINEWS.COM, Presiden RI Joko Widodo meresmikan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2020, di Jakarta, Kamis.(20/02/2020). Dalam . . .

Ekonomi Kamis, 20 Februari 2020

Bulog Jual Beras OP-KPSH Stabilkan Harga Di Sulut

SOKSINEWS.COM, Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) menjual beras medium Operasi Pasar Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi . . .

Ekonomi Jumat, 14 Februari 2020

RI Perjuangkan Akses Pasar Ke Selandia Baru Saat Hadiri Somtif Ke-7

SOKSINEWS.COM, Indonesia terus berupaya membuka peningkatan akses pasar ekspor Indonesia ke Selandia Baru untuk akses pasar tenaga . . .

Ekonomi Jumat, 14 Februari 2020

Pemprov Jabar Akan Buka Kedai Kopi Di Prancis

SOKSINEWS.COM, Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil Pemprov Jabar akan membuka sebuah kedai kopi di Prancis, pembukaan . . .

Ekonomi Selasa, 11 Februari 2020