Jumat, 22 November 2019

 

 

Nasional Humaniora

Dinkes Pekanbaru Tetap Hentikan Vaksin MR

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 31 Agustus 2018 11:05 WIB

Dinkes Pekanbaru Tetap Hentikan Vaksin MR
Ilustrasi

SOKSINEWS.COM, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, tetap menghentikan pemberian vaksin measless rubella kepada anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun kendati Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama MUI setempat telah mengeluarkan instruksi untuk melanjutkan gerakan tersebut.

"Memang sudah ada imbauan dari Dinkes Riau untuk melanjutkan pemberian vaksin tersebut. Namun dengan berbagai pertimbangan kita tetap untuk sementara waktu tidak ikut gerakan itu," ucap pelaksana tugas Kadinkes Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldi Saragih di Pekanbaru, Jumat (31/8).

Pria yang akrab disapa dokter Bob tersebut menyatakan bahwa pihaknya belum bisa untuk melanjutkan vaksinasi tersebut lantaran sampai saat ini masih banyak penolakan oleh masyarakat Kota Pekanbaru.

Pasalnya usai dinyatakan mengandung babi dalam pembuatannya, jumlah masyarakat yang menolak justru semakin banyak. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan dari pihaknya untuk tetap menunda upaya pencegahan penyebaran virus Campak dan Rubella tersebut.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa hal ini akan terus berlanjut sampai ada instruksi lebih jauh dari pihak Pemerintah Pusat untuk melanjutkan gerakan tersebut ataupun ada vaksin pengganti yang dinyatakan bebas kandungan babi.

"Sampai ada instruksi lebih jauh dari Kementerian Kesehatan, barulah langkah kedepannya akan dibahas lagi," imbuhnya.

Ia menambahkan, bahwa apabila upaya vaksinasi tersebut tetap dilanjutkan maka ditakutkan hal ini akan menimbulkan kegaduhan dimasyarakat dimana akan terdapat kelompok yang pro dan kontra terhadap gerakan tersebut.

Sedangkan dari data yang diterima pihaknya terdapat lebih dari separuh orang tua yang anaknya merupakan target vaksinasi tersebut menolak. Sehingga apabila dilajutkan maka target yang ingin dicapai oleh pihak Dinkes Kota tidak akan tercapai.

Kendati demikian, ia mengaku bahwa pihaknya masih akan tetap memberikan vaksin kepada siapa saja yang bersedia. Hal ini tentu haruslah melewati prosedur legkap seperti keharusan membuat surat pernyataan bersedia untuk divaksin sehingga nantinya tidak ada tuntutan ataupun permasalahan yang timbul pasca vaksinasi.

Setidaknya sejauh ini ia telah menerima laporan bahwa terdapat tiga sekolah yang ingin tetap memberikan vaksin kepada siswa mereka.

Namun, hal ini belum bisa dipastikan lantaran laporan tersebut masih sebatas lisan dan bukanlah disampaikan langsung oleh kepala sekolah yang bersangkutan.

"Baru sekedar penyampaian lisan dan bukanlah pernyataan tertulis dari pihak sekolah," pungkasnya.[]

Berita Lainnya

KPK Latih 60 Pemuda Jateng Terkait Pencegahan Korupsi

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kemendes PDTT dan komunitas Ketjilbergerak melatih 60 pemuda dari 20 . . .

Nasional Jumat, 22 November 2019

Ahok Jadi Komisaris Utama PT Pertamina

SOKSINEWS.COM,Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina . . .

Nasional Jumat, 22 November 2019

PT KCN Dan STIP Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi SDM Kemaritiman

SOKSINEWS.COM, PT Karya Citra Nusantara (KCN) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta untuk mengembangkan . . .

Nasional Jumat, 22 November 2019

Wagub Sumbar: RS Pemerintah Tidak Boleh Berhenti Layani Masyarakat

SOKSINEWS.COM, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan tidak boleh ada Rumah Sakit (RS) pemerintah yang berhenti . . .

Nasional Jumat, 22 November 2019

KAHMI Kalsel Diminta Cegah Radikalisme Dan Terorisme

SOKSINEWS.COM,  Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor meminta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) . . .

Nasional Jumat, 22 November 2019