Jumat, 21 September 2018 -

 

 

Ganjar Temui Petani dan Nelayan di Hari Pertama Kerja

Nasional  -  Kamis, 06 September 2018, 16:35 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi. Foto: ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui sejumlah petani dan nelayan pada hari pertama masuk kerja setelah dilantik Presiden Joko Widodo.

Sejumlah petani dari Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, mendatangi kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (6/9), untuk bertemu langsung dengan Ganjar Pranowo.

Para petani yang datang dengan membawa hasil panen seperti tembakau dan sayuran itu mengeluhkan sejumlah persoalan yang dihadapi di desanya, mulai dari kondisi rumah tidak layak huni, pipanisasi hingga permasalahan ekonomi.

Bagyo, salah satu petani menyampaikan terdapat dua hal mendesak yang harus mendapat penanganan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yakni terkait dengan pembuatan kartu tanda anggota yang dinilai diperlukan karena sebagian besar warga di desanya bekerja sebagai petani tembakau.

Kemudian, para petani tembakau di Desa Senden kesulitan mendapat pasokan air untuk mengairi areal persawahan dan ladang saat musim kemarau sehingga membutuhkan pipanisasi dengan jarak sekitar 13 kilometer.

Mendengar dua keluhan tersebut, Ganjar langsung menanggapi dan mengaku akan langsung berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk menanggulangi permasalahan itu.

Ganjar kemudian memanggil Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Provinsi Jateng, Tavip Supriyanto, untuk menindaklanjuti keluhan petani.

Petani lainnya, Ramidi, mengusulkan bantuan perbaikan rumahnya yang hampir roboh karena tidak mampu.

"Saya harap ada bantuan dari Pak Ganjar," katanya.

Ganjar pun menyarankan Ramidi segera membuat surat keterangan tidak mampu dan berjanji akan mengusulkan permintaan itu melalui program rumah tidak layak huni (RTLH).

"Itu tanah milik kamu sendiri? Besok suratnya (keterangan tidak mampu) kasih saya, nanti saya usulkan (menerima bantuan, red)," ujarnya.

Tidak lama kemudian, Ganjar juga menerima kedatangan para nelayan dari Kabupaten Rembang yang membawa sebuah kardus berisi ikan hasil tangkapan di laut.

Salah seorang nelayan cantrang, Supadi, mengeluhkan rumitnya proses perpanjangan surat izin penangkapan ikan (SIPI) yang berakibat tidak bisa melaut selama tiga bulan terakhir.

Ia berharap Gubernur Ganjar dapat segera menerbitkan peraturan gubernur untuk membantu mereka mengatasi persoalan perpanjangan SIPI.

"Kami meminta kepada Pak Ganjar supaya secepatnya membuat pergub, diberikan kepada dinas kelautan dan perikanan Jawa Tengah untuk membuat surat edaran kepada UPT-UPT agar kemudian UPT memberikan rekomendasi kepada kami untuk memperpanjang penggunaan SIPI," katanya.

Menanggapi keluhan para nelayan, Ganjar menjelaskan bahwa dirinya sudah menyampaikan kendala yang dihadapi nelayan cantrang kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, sekaligus bertanya alasan terhambatnya pengurusan SIPI.

"Izin itu memang rumitnya minta ampun. Saya bilang, 'ngopo to kok angel-angel'. Kita seharusnya mempermudah (rakyat), surat 'tak gaweke' sehingga kita bisa segera koordinasi," katanya.

Ganjar membenarkan, kendala mengurus perpanjangan SIPI mengakibatkan nelayan tidak dapat membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan oleh sebab itu, penggunaan kartu nelayan sangat penting.

"Kalau izinnya tidak bisa keluar, mereka gak bisa beli BBM subsidi. Itu pentingnya kartu nelayan sebenarnya dan hari ini. Pak Asisten Sekda (Asisten Ekonomi dan Pembangunan) akan memberesi (persoalan tersebut). Kepala DKP Jateng juga akan kita undang untuk memberesi," ujarnya.[]

GubernurJawa TengahGanjar PranowoPetaniNelayan

 

 

Baca Juga