Senin, 11 November 2019

 

 

Ekonomi Infrastruktur

PUPR Siap Terapkan Rumah Tahan Gempa di NTB

Ahmad Fiqi Purba
Senin, 10 September 2018 14:32 WIB

PUPR Siap Terapkan Rumah Tahan Gempa di NTB
Gedung Kemen PUPR. ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan kesiapannya menerapkan pembangunan rumah dengan struktur tahan gempa di Nusa Tenggara Barat.

"Penerapan teknologi risha (rumah instan sederhana sehat yang tahan gempa) di 19 lokasi sudah selesai," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Konsultasi Tindak Lanjut Penanganan Gempa Bumi NTB di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Senin (10/9).

Menurut Basuki, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 400 insinyur muda CPNS Kementerian PUPR di tiga basecamp yang dilatih di 19 lokasi dalam rangka mendampingi masyarkaat membangun rumah dengan struktur tahan gempa.

Menteri PUPR menerangkan, teknologi risha merupakan hasil litbang PUPR yang prinsipnya adalah bila terjadi gempa besar maka bangunan bisa rusak tetapi strukturnya tidak boleh roboh agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Ia mengungkapkan bahwa rumah risha sudah ada yang dibangun di sejumlah titik di NTB pada 2010, dan setelah diperiksa ditemukan bahwa rumah dengan teknologi risha tersebut masih dalam kondisi baik pascagempa.

Selain itu, ujar dia, pihaknya telah berkoordinasi antara lain dengan Kadin untuk membuka sebanyak delapan depot di lima kecamatan untuk penyediaan material bangunan dengan jumlah yang cukup dan tingkat harga yang relatif terjangkau warga.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyebutkan bahwa total nilai kerusakan di tujuh wilayah Nusa Tenggara Barat diperkirakan mencapai Rp10,1 triliun dan saat ini dibutuhkan dana hingga sekitar Rp8 triliun.

Kepala BNPB menuturkan, upaya yang telah dilakukan antara lain penyelamatan dan evakuasi, serta penanganan pengungsi yang rencananya akan dilakukan sampai pemukiman untuk warga terbangun kembali.

Data lainnya adalah gempa yang terjadi pada periode 29 Agustus-9 September mencapai 2.036 kejadian dengan mengakibatkan korban jiwa sebanyak 564 jiwa dan korban luka 1.584 orang.

Terkait dengan infrastruktur dilaporkan bahwa ada sebanyak 214 infrastruktur yang terdampak termasuk jembatan, jalan, terminal bus, dan dermaga pelabuhan.

Di bidang pendidikan, 1.194 sekolah mengalami kerusakan, di mana 75 persennya adalah sekolah bagi anak berusia 12 tahun ke bawah.

Untuk bidang ekonomi, kerusakan yang terjadi juga menimpa antara lain adalah pasar tradisional, sektor pariwisata, pertanian, peternakan, hingga kelautan dan perikanan.

Sedangkan sekitar 40 persen kerusakan itu menimpa jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan juga jaringan irigasi.

Sedangkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengingatkan bahwa ada sejumlah isu terkait dengan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, antara lain adalah beberapa kementerian yang belum dicantumkan secara resmi di Inpres No 5/2018.

Selain itu, ujar dia, permasalahan lainnya adalah mengefektifkan mobilisasi dana-dana CSR untuk membantu pemulihan dampak gempa, tertekannya pendapatan asli daerah, hingga msaih adanya data yang dinilai simpang-siur tentang kenyataan di lapangan.

Hal tersebut, lanjutnya, penting untuk dikonfrimasikan karena terkait juga dengan tenggat waktu atau jadwal untuk membantu warga di NTB.[]
 

Berita Lainnya

PT KAI Terbitkan Obligasi Kedua Senilai Rp22 Triliun

SOKSINEWS.COM, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerbitkan surat utang atau obligasi yang kedua senilai Rp2 triliun, di mana . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019

Satgas Waspada Investasi: Baru 127 Pinjaman Daring Legal

SOKSINEWS.COM, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan saat ini baru ada 127 pinjaman online atau . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019

Ibu Kota Negara Dipindahkan, Kalimantan Butuh Penataan Provinsi

SOKSINEWS.COM, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menilai Pulau Kalimantan butuh penataan provinsi sebelum ibu kota negara di . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019

Menhub: Tarif LRT Jabodebek Bisa Kurang dari Rp12.000

SOKSINEWS.COM, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut tarif Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019

Menteri ESDM Minta Maknai Hari Pahlawan Dengan Hal Produktif

SOKSINEWS.COM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengingatkan agar peringatan Hari Pahlawan tak hanya . . .

Ekonomi Senin, 11 November 2019