Selasa, 11 Desember 2018 -

 

 

Harga Kedelai Impor di Kudus Merangkak Turun

Ekonomi  -  Senin, 24 September 2018, 10:11 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi Kedelai

SOKSINEWS.COM, Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai turun menjadi Rp7.300 per kilogram pada pekan ini dari sebelumnya yang mencapai Rp7.400/kg.

"Penurunan baru terjadi selama beberapa hari dan permintaan komoditas impor tersebut juga berangsur naik," kata Ketua Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma`ruf di Kudus, Senin (24/9).

Jika sebelumnya permintaan hanya berkisar 15 ton per hari, kata dia, saat ini mulai naik menjadi 17 ton per harinya.

Naik turunnya harga jual kedelai impor tersebut, kata dia, informasinya karena ada pengaruh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Ia mengakui belum bisa memastikan bahwa harga jual kedelai akan turun kembali atau justru naik.

Faktor akses jalan yang sebelumnya sempat tersendat akibat pembangunan jembatan di Kabupaten Demak, kata dia, saat ini mulai pulih, meskipun masih ada kemacetan di Jalan Genuk-Demak.

Kelancaran akses jalan tersebut, kata dia, berpengaruh terhadap ketersediaan stok kedelai, namun sejauh ini stok masih bisa dipenuhi sehingga tidak ada kendala pengrajin kedelai maupun tahu untuk mendapatkannya.

Untuk stok kedelai, katanya, tersedia cukup banyak karena di gudang mencapai 80 ton.

Pengrajin yang membutuhkan kedelai lokal, katanya, juga tersedia sebanyak 10 ton yang merupakan hasil panen dari Kabupaten Pati.

Akan tetapi, kedelai lokal tersebut tidak ada peminatnya karena kualitasnya kurang bagus.

"Biasanya, pengrajin tahu sangat berminat membeli kedelai lokal sebagai bahan campuran. Karena kualitasnya jelek, akhirnya tidak ada peminat," ujarnya.

Harga jualnya, kata dia, tidak berbeda dengan kedelai impor sebesar Rp7.300 per kilogram.

Jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 300-an pengusaha yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Kota, Jekulo, Kaliwungu, Dawe, Bae, Gebog, Undaan, Mejobo dan Jati.[]

EkonomiKedelaiKudusJawa Tengah

 

 

Baca Juga