Minggu, 25 Agustus 2019 -

 

 

Bulog Sulteng Serap 2.393 Ton Beras Petani Poso

Ekonomi  -  Selasa, 25 September 2018, 09:16 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Pekerja memanggul beras untuk Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP) di gudang Perum Bulog Subdivisi Regional (Divre) Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Selasa (4/9). . ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww/18.

SOKSINEWS.COM, Bulog Sulawesi Tengah hingga kini baru menyerap 2.393 ton beras produksi petani Kabupaten Poso sebagai salah satu sentra produksi pangan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna di Palu, Selasa (25/9), mengatakan pada musim panen 2018 ditargetkan pembelian beras di Kabupaten Poso sebanyak 10.384 ton.

Meski Bulog baru merealisasi target pembelian sekitar 21 persen, namun tetap optimis dalam beberapa bulan ke depan ini masih ada kesempatan meningkatkan pengadaan.

Panen raya pada musim tanam kedua yang akan berlangsung Oktober-Desember 2018 ini, Bulog akan all out melakukan pembelian.

"Kami sudah instruksikan semua satgas Bulog di seluruh kabupaten/kota di Sulteng untuk turun ke penggilingan padi dan membeli beras petani sesuai standar harga yang ditetapkan pemerintah," kata Bahar seperti dilansir dari Antara.

Gubernur Sulteng dua tahun lalu telah mengistruksikan kepada semua daerah penghasil beras untuk mengalokasikan 10-15 persen produksi petani dijual kepada Bulog.

Menurut dia, jika setiap daerah bisa memenuhi 10-15 persen hasil panen petani untuk dijual kepada Bulog, maka target pengadaan beras di Sulteng yang ditetapkan sebanyak 50.000 ton selama satu tahun ini, niscaya terpenuhi bahkan bisa lebih dari target tersebut.

Bulog Sulteng, tamba dia, sejak kurun tiga tahun terakhir ini telah mampu memenuhi kebutuhan penyaluran dari hasil pengadaan lokal.

Selama tiga tahun ini, Bulog Sulteng tidak lagi menerima pasokan beras dari luar, termasuk beras impor.

Bulog Sulteng sudah mandiri dalam hal pengadaan beras untuk kebutuhan sendiri.

"Dahulu kita selalu ditopang beras dari daerah lain. Tapi sejak 2016 justru kita mengirim beras keluar yakni Gorontalo, Manado dan Maluku," ujar Bahar Haruna.[]

BulogSulawesi TengahPosoBeras Petani

 

 

Baca Juga