Senin, 22 Oktober 2018 -

 

 

Tiga dari 7 Polwan Terluka Amankan Demontrasi Mahasiswa di Riau Masih Dirawat Intensif

Nasional  -  Selasa, 25 September 2018, 15:05 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Polwan Riau yang terluka saat mengamankan aksi unjuk rasa di Depan DPRD Riau. Foto: Facebook/Supriadi

SOKSINEWS.COM, Tiga polisi wanita (Polwan) yang terluka saat mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Riau, Kota Pekanbaru hingga hari ini masih menjalani perawatan intensif.

Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Kombes Pol Susanto di Pekanbaru, Selasa (25/9) mengatakan ketiga jajarannya tersebut dirawat di dua rumah sakit berbeda, Awal Bross dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

"Masih ada tiga, diopname (rawat inap)," katanya.

Secara keseluruhan, Santo mengatakan terdapat tujuh Polwan yang cedera saat mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar ratusan mahasiswa saat memperingati Hari Tani di Gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin sore kemarin (24/9).

Namun, empat diantaranya telah diperbolehkan pulang. Sementara, tiga lainnya yang harus dirawat intensif karena sempat pingsan hingga mengalami sakit pada bagian dada.

"Kalau yang di Awal Bros sempat pingsan. Kita sempat membawa ke rumah sakit Syafira. Untuk penanganan lebih lanjut bawa ke Awal Bross. Hasil observasi masih perlu di opname," ujarnya.

Sementara itu, dua Polwan lainnya terpantau masih terbaring di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Dilansir dari Antara, kedua Polwan tersebut masih dirawat di ruangan tertutup dengan infus masih terpasang di masing-masing mereka.

Santo menuturkan bahwa jatuhnya korban dari Polwan dalam pengamanan aksi unjuk rasa tersebut telah sesuai dengan standar pengamanan kepolisian. Dia menuturkan, Polwan memang ditempatkan di garda depan, setelah tim negosiator kepolisian.

Langkah itu diambil karena beberapa dari massa tersebut merupakan perempuan. "Standarnya tim negosiator, Polwan dan Dalmas. Tetap, karena ada peserta unjuk rasa yang wanita. Upaya humanis kita," jelas Santo ketika disinggung penempatan Polwan dalam tim depan pengamanan aksi tersebut.

Lebih jauh, terkait dugaan adanya pelecehan terhadap Polwan ketika mengamankan aksi tersebut, Polresta Pekanbaru menyatakan tengah mendalaminya. Hal yang sama juga dilakukan atas dugaan terlukanya sejumlah mahasiswa dalam aksi tersebut.

"Mahasiswa ada juga yang melapor (terluka). Kita tindaklanjuti (dengan menyerahkan ke Provos). Tetap, kita tindaklanjuti semua," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Susanto menyebut Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo sudah menjenguk Polwan yang dirawat di rumah sakit. "Waktu dijenguk masih sakit bagian dadanya, belum bisa berkomunikasi," kata Sunarto.

Terpisah, Menteri Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Haifzh Ona Hadi Putra kepada Antara menuturkan sedikitnya tujuh mahasiswa mengalami luka-luka pasca insiden aksi yang berujung ricuh tersebut. Seorang mahasiswa sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Syafira, namun telah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, terkait dugaan pelecehan yang dilakukan mahasiswa terhadap Polwan, Hafizh membantah keras. "Yang mendorong-dorong Polwan itu Polisi sendiri bukan mahasiswa. Kita tidak pernah melakukan pelecehan di sana," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Pekanbaru menyuarakan Presiden Joko Widodo menstabilkan harga komoditas pertanian karena kian mencekik petani. Awalnya, demonstrasi berjalan tertib. Masing-masing perwakilan BEM berorasi secara bergantian menyuarakan aspirasinya supaya didengar anggota DPR Riau untuk disampaikan ke pemerintah.

Makin sore, jumlah mahasiswa di depan gedung DPRD Riau kian bertambah. Mahasiswa berusaha menerobos blokade pengamanan, di mana Polwan berada di barisan terdepan. Aksi dorong-dorongan tak terelakkan. Bentrokan antara ratusan mahasiswa pecah dengan Polwan dan polisi laki-laki. Ada tujuh Polwan yang terluka, begitu juga dari pihak mahasiswa yang mengalami cidera akibat bentrokan itu.[]
 

PolisiRiauMahasiswa

 

 

Baca Juga