Selasa, 11 Desember 2018 -

 

 

TKN Jokowi-Ma'ruf Sebut Koalisi Prabowo-Sandiaga Keliru Kritik Ekonomi

Nasional  -  Selasa, 09 Oktober 2018, 09:11 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo (kedua kanan) dan Ma'ruf Amin (kanan) serta pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) dan Sandiaga Uno mengikuti rapat Pengundian dan Penetapan Nomor Ur

SOKSINEWS.COM, Politisi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menilai kritik yang disampaikan Koalisi Prabowo-Sandi terkait kondisi ekonomi Indonesia yang lemah dan terancam terpuruk merupakan kritik yang keliru.

"Berdasarkan data Bank Indonesia, inflasi ternyata masih sangat rendah yaitu tercatat 2.8 persen "year on year" dan pada pekan pertama Oktober 0,01 persen secara "month to month", kata Deddy melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/10).

Lebih lanjut Deddy mengatakan, BI memprediksi hingga akhir tahun, inflasi berada di bawah target sebesar 3,5 persen. 

"Indonesia justru dalam posisi aman. Kritik oposisi itu menunjukkan salah alamat," katanya.


Deddy yang merupakan Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu menjelaskan berdasarkan data The Spectator Index,maka inflasi Indonesia 2,8 persen, Inggris 2,7 persen, Amerika Serikat 2,7 persen, China 2,3 persen, dan terendah Jepang dengan 1,3 persen.

Selain itu menurut dia, Indonesia juga tidak masuk dalam 10 negara dengan integritas pemerintah terendah.

"Lalu hasil survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) pada Oktober 2018 menyatakan 73,4 persen masyarakat responden puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Sejalan dengan itu menurut Deddy, The Spectator Index menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2050 dan masuk peringkat empat di bawah China, India, dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengumpulkan para ahli dan pakar ekonomi pada Jumat (5/10), untuk membicarakan jalan keluar atau solusi terkait beberapa persoalan seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan pelaksanaan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua, Bali.[]

TKNJokowi-MarufEkonomiPrabowo-Sandiaga

 

 

Baca Juga