Minggu, 19 Januari 2020

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Menteri BUMN Tawarkan Investor Tanam Modal di 80 Proyek BUMN

Ahmad Fiqi Purba
Selasa, 09 Oktober 2018 14:46 WIB

Menteri BUMN Tawarkan Investor Tanam Modal di 80 Proyek BUMN
Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan) didampingi Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) Elfien Goentoro (tengah) mengunjungi stan pada Indonesia Business & Development Expo (IBDExpo) 2018 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/10). Pameran yang b

SOKSINEWS.COM, Menteri BUMN Rini Soemarno menawarkan kesempatan kepada investor untuk menanamkan modal mereka pada sekitar 80 proyek dari 21 BUMN dengan total nilai mencapai 42 miliar dolar AS.

"Saya memastikan bahwa kerja sama dengan BUMN merupakan pendekatan yang tepat dalam berinvestasi di Indonesia, dan tidak ada waktu yang lebih tepat selain sekarang," ujarnya dalam acara "Indonesia Investment Forum 2018" di Tanjung Benoa, Bali, Selasa (9/10).

Rini menjelaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan proyek infrastruktur di empat area utama, yaitu energi, transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara.

Pembangunan di sektor energi ditujukan untuk mempercepat pencapaian tingkat elektrifikasi 99,9 persen di akhir 2019 sekaligus meningkatkan porsi sumber energi terbarukan dalam campuran bahan bakar.

Sedangkan di sektor transportasi, target yang diharapkan bisa tercapai yaitu 1.794 kilometer jalan tol baru, peningkatan kapasitas kargo jalur laut 34,8 juta TEUs (twenty-foot equivalent units), dan pembangunan bandara untuk melayani 235 juta penumpang pada akhir 2019.

Untuk merealisasikan target pembangunan infrastruktur tersebut diperlukan penggabungan sumber-sumber pendanaan mengingat kemampuan BUMN untuk mendapatkan pinjaman untuk ekspansi.

Struktur pembiayaan yang lebih inovatif diperlukan untuk melengkapi sumber pembiayaan konvensional, seperti pinjaman bank dan penerbitan obligasi.

Rini menjelaskan bahwa selama ini telah diluncurkan struktur pembiayaan inovatif seperti sekuritisasi aset ruas tol, penerbitam obligasi untuk proyek yang sudah berjalan (brownfield), serta "Komodo Bond." Produk dana investasi infrastruktur berbentuk kontrak investasi kolektif (DINFRA) juga akan diluncurkan.

"Ke depan, kami juga akan mendorong penanaman modal langsung, kemitraan strategis, dan pendanaan proyek jangka panjang yang inovatif. Dukungan dari komunitas investor akan menjadi kunci pencapaian target-target infrastruktur Indonesia," kata Rini.

Ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara berkembang dengan prospek ekonomi ke depan yang positif karena didukung perkembangan pesat kelompok berpendapatan menengah.

Hal tersebut diharapkan mampu menjadi alasan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.[]
 

Berita Lainnya

Sri Mulyani Sebut Devisit APBD 2019 RP353 Triliun

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari . . .

Ekonomi Selasa, 07 Januari 2020

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, 9 Rumah Hanyut Tersapu Air

SOKSINEWS.COM, Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 9 rumah hanyut, sejumlah jembatan ambruk . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Presdir BCA: Kepercayaan Masyarakat Berawal Dari Perusahaan Solid

SOKSINEWS.COM, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, di tengah perkembangan teknologi . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Resmikan Tol Layang Japek, Jokowi Harap Kemacetan Berkurang 30 Persen

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Jokowi berharap kemacetan berkurang . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Menabung di Bank Sudah Biasa, Nih Cobain Alternatif Lainnya

SOKSINEWS.COM, Saat kita menyimpan uang, jangan berpikir bahwa dengan menyimpan uang di bank menjadi jalan kamu untuk mencapai . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019