Rabu, 12 Desember 2018 -

 

 

Menpora Apresiasi Keputusan Miftahul Jannah Pertahankan Prinsip

Olahraga  -  Selasa, 09 Oktober 2018, 16:57 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengapresiasi keputusan pejudo putri Indonesia Miftahul Jannah.

SOKSINEWS.COM, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengapresiasi keputusan pejudo putri Indonesia Miftahul Jannah yang mempertahankan prinsipnya tidak melepas hijab pada pertandingan judo tuna netra Asian Para Games 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (8/10).

Keputusan tersebut membuat Miftah harus terdiskualifikasi dari pertandingan.

"Pemerintah dan kita semua melihat Miftah yang memegang teguh prinsipnya yang sangat luar biasa. Ini perlu diapresiasi dan Alhamdulillah kami sangat bersyukur," ucap Imam dalam jumpa pers yang digelar di GBK Arena Jakarta, Selasa (9/10).

Imam dapat memahami keputusan yang diambil Miftah tersebut semata-mata karena perempuan 21 tahun itu tidak ingin auratnya terlihat pada saat bertanding. Prinsip yang dia pegang teguh itu haruslah dihargai oleh semua pihak.

Namun, disisi lain, kata Imam, ada regulasi dari Federasi Judo Internasional terkait larangan penggunaan tutup kepala yang juga harus diterapkan sebaik mungkin.

"Ini soal prinsip dan regulasi yang harus sama-sama jalan. Kami hargai sekali keputusan Miftahul Jannah dan tentu ini menjadi penyemangat bagi yang lain, terutama federasi judo untuk mencari terobosan agar ada hijab yang bisa dimodifikasi dan dipakai oleh para judoka kita," ucap Imam.

Dia menambahkan olahraga yang dipertandingkan dalam Asian Para Games 2018 harus tetap menjunjung tinggi respek, rasa solidaritas serta penghormatan terhadap prinsip-prinsip, baik prinsip yang dipegang oleh atlet maupun prinsip yang harus dijalankan oleh regulasi.

"Prinsip yang dipegang Miftah bagaimana jilbab itu betul-betul diutamakan, kemudian prinsip regulasi bahwa regulasi harus betul-betul memberikan rasa aman dan nyaman kepada para atlet," jelas Imam.

Sebelumnya, atlet judo putri Indonesia Miftahul Jannah terdiskualifikasi dari pertandingan judo tuna netra Asian Para Games 2018 yang berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, karena enggan mengikuti aturan pertandingan yaitu melepas jilbab.

"Dia mendapatkan diskualifikasi dari wasit karena ada aturan wasit dan aturan pertandingan tingkat internasional di Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA) bahwa pemain tidak boleh menggunakan jilbab dan harus lepas jilbab saat bertanding," kata penanggung jawab pertandingan judo Asian Para Games 2018 Ahmad Bahar ketika dihubungi media di Jakarta, Senin (8/10).[]

MenporaImam NahrawiMiftahul Jannah

 

 

Baca Juga