Selasa, 11 Desember 2018 -

 

 

Setara Institut: Pemeriksaan Amien Rais Urusan Hukum Biasa

Nasional  -  Rabu, 10 Oktober 2018, 16:21 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Amien Rais. Foto: ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi berpendapat pemeriksaan Ketua Dewan Kehormatan PAN, M Amien Rais sebagai saksi dalam kasus Ratna Sarumpaet adalah proses hukum biasa yang dilakukan polisi untuk mengungkap kebenaran suatu peristiwa tindak pidana.

"Oleh karenanya, upaya-upaya menggeser persoalan hukum menjadi persoalan politik tidaklah relevan," kata Hendardi, di Jakarta, Rabu (10/10).

Menurut dia, dukungan yang diberikan oleh yang menamakan diri Alumni PA 212 pada pemeriksaan hari ini telah memantik dan mendorong persoalan hukum biasa ini berpotensi menjadi persoalan politik yang dipicu oleh politisasi yang dilakukan oleh Amien Rais dan pendukungnya, dengan menyebarkan berbagai ancaman.

"Sebagai warga negara, M Amien Rais mesti menyikapi pemanggilan pemeriksaan ini sebagai proses hukum normal dalam kerangka penegakan hukum," kata Hendardi.

Ancaman membongkar kasus-kasus di KPK, ancaman penggantian Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan provokasi kebencian berdasarkan etnis dan agama yang muncul dalam pernyataan-pernyataan M Amien Rais dan pendukungnya, lanjut dia, merupakan manuver politik yang tidak memberikan keteladanan pada warga negara, untuk mematuhi prosedur-prosedur hukum.

"Ancaman-ancaman itu tidak relevan dengan kasus yang sedang dialami Ratna Sarumpaet dan justru menggeser persoalan hukum biasa menjadi persoalan politik," katanya.

Politisasi itu, tambah Hendardi, justru datang dari pihak M Amien Rais yang ditujukan untuk melindungi dirinya secara berlebihan. Padahal Amien Rais hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Meski demikian, upaya M Amien Rais membongkar kasus-kasus KPK dan mengkritisi kinerja Polri merupakan hak yang bersangkutan dan tidak bisa dipersoalkan.

"Publik mafhum bahwa dinamika menjelang Pemilu 2019 telah menyulut berbagai ketegangan yang justru dipicu oleh elit politik. Kontestasi politik hendaknya menjadi pesta riang gembira, karena di sanalah rakyat bisa menunaikan haknya untuk menentukan pilihan secara merdeka," ucapnya.[]

M Amien RaisRatna SarumpaetPolda Metro Jaya

 

 

Baca Juga