Minggu, 21 Oktober 2018 -

 

 

Jokowi Ajak Dunia Hentikan Masa Kelam Perekonomian di Pertemuan IMF-WB

Ekonomi  -  Jumat, 12 Oktober 2018, 14:23 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Presiden Joko Widodo (keempat kanan), Perdana Menteri Kamboja Hun Sen (kedua kanan), Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc (ketiga kiri) dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (ketiga kanan) berjalan menuju ruang sesi pleno Pertemuan Tahunan

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo mengajak para pembuat kebijakan di dunia untuk menghentikan masa-masa kelam dalam perekonomian setelah 10 tahun dunia terbebas dari depresi global.

"Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa 'winter is coming'," kata Presiden Joko Widodo pada acara pembukaan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali Nusa Dua Convention Center Bali, Jumat (12/10).

Presiden mengasosiasikan situasi perekonomian global saat ini sebagaimana yang terjadi dalam serial Game of Thrones dimana perebutan pengaruh dan kekuasaan terjadi.

Padahal 10 tahun yang lalu, kata Presiden, dunia mengalami krisis finansial global.

"Berkat langkah-langkah kebijakan moneter dan fiskal yang luar biasa, yang membutuhkan keberanian politik yang besar, saudara-saudara para pembuat kebijakan telah menyelamatkan dunia dari depresi global yang pada waktu itu sudah di depan mata," katanya

Untuk itu, ia menyampaikan selamat atas kesuksesan para pembuat kebijakan tersebut dalam mengatasi krisis keuangan dunia tahun 2008.

Setelah 10 tahun berlalu, ia menambahkan, dunia dinilainya tetap harus waspada terhadap meningkatnya risiko dan kesiapsiagaan dalam mengalami ketidakpastian global.

"Seperti yang disampaikan (Dirjen Pelaksana IMF)Christine Lagarde, terdapat banyak masalah yang membayangi perekonomian dunia," katanya.

Amerika Serikat menikmati pertumbuhan yang pesat, kata Presiden, namun di banyak negara terdapat pertumbuhan yang lemah atau tidak stabil.

Ia menambahkan, perang dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang.

"Negara-negara yang sedang tumbuh juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar," katanya.[]

Joko WidodoIMF-WBDepresi Global

 

 

Baca Juga