Rabu, 14 November 2018 -

 

 

Dinkes: Penderita Gizi Buruk di Serang Tinggi

Nasional  -  Rabu, 17 Oktober 2018, 12:40 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi Gizi Buruk

SOKSINEWS.COM, Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Provinsi Banten mengemukakan, jumlah penderita gizi buruk di daerah itu masih cukup tinggi atau mencapai 229 orang.

Kepala Seksi Gizi Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Puji Kuntarso di Serang, Rabu (17/10) mengatakan, data tersebut berdasarkan hasil pendataan di 31 Puskesmas pada Juli 2018.

"Data terakhir yang kami dapatkan dari 31 Puskesmas yang tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Serang, jumlah penderita gizi buruk sebanyak 229 orang," katanya.

Puji menjelaskan, dari jumlahpenderita gizi buruk tersebut, yang terbanyak berada di Kecamatan Pontang yakni sebanyak 20 orang, Tirtayasa 17 Orang, Lebak Wangi 14 orang dan Baros 13 orang.

Kemudian, di Kecamatan Petir sebanyak 11 orang, Jawilan 10 orang, Kramat Watu 10 orang, Pamarayan 10 orang.

Ia juga menjelaskan, dari pantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang pada beberapa kecamatan yang mejadi penyebab utama terjadinya penyakit gizi buruk, yakni faktor ekonomi atau kemiskinan sehingga keluarga tidak mampu memberikan asupan makanan yang bergizi terhadap anak.

Faktor lain, yakni terjadinya perceraian sehingga menyebabkan anak tidak terawat dengan maksimal.

Selain itu, ada juga faktor orang tua, terutama ibu yang harus bekerja bahkan sampai bekerja ke luar negeri sehingga anak hanya dititipkan kepada neneknya atau saudaranya.

"Kami dari dinas kabupaten merasa kesulitan untuk menangani gizi buruk ini karena memang penyebab utamanya adalah faktor ekonomi atau kemiskinan," ujarnya.

Puji menambahkan, salah satu penanganan yang dilakukan pemerintah adalah apabila ada laporan dari Puskesmas akan segera memberikan rujukan ke rumah sakit umum setelah sebelumnya diberikan makanan tambahan seperti susu bubuk atau susu cair, bubur susu dan lainnya.

"Upaya yang kami lakukan adalah memberikan arahan kepada para kader Posyandu yang ada di tingkat RW yang rutin dilakukan setiap bulan," katanya.

Faktor lain yang menyebakan terjadinya penyakit gizi buruk adalah minimnya ketersediaan sarana air bersih.

"Masih banyak masyarakat di beberapa wilayah di daerah ini mengunakan sumber air yang kurang memadai," katanya.[]
 

DinkesSerangBantenGizi Buruk

 

 

Baca Juga