Minggu, 18 Agustus 2019 -

 

 

Jokowi Sebut Teknologi Picu Gaya Hidup Tidak Sehat

Nasional  -  Rabu, 17 Oktober 2018, 14:00 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Presiden Joko Widodo menyampaikan paparan pendahuluan ketika memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10/2018). Sidang kabinet paripurna tersebut membahas evaluasi penanganan bencana alam. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp.

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi serta perkembangan teknologi dapat memicu gaya hidup kurang sehat yang berpotensi menurunkan kesehatan masyarakat.

"Saya mendapatkan data penyakit katastropik mematikan justru terus meningkat," kata Jokowi dalam pidatonya saat menghadiri Pembukaan Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) di Balai Sidang Jakarta, Rabu (17/10).

Menurut Presiden, hal itu sesuai dengan data belanja BPJS Kesehatan yang menunjukkan besarnya jumlah klaim.

Pada tahun 2017 BPJS mencatatkan klaim untuk kasus penyakit jantung sebesar Rp9,25 triliun, klaim untuk pengobatan kanker Rp3 triliun, klaim untuk gagal ginjal Rp2,2 triliun, serta penanganan stroke Rp2,2 triliun.

Sementara itu klaim non katastropik pada tahun 2017 seperti klaim operasi katarak tercatat Rp2,6 triliun serta klaim fisioterapi Rp965 Miliar.

Kepala Negara menegaskan, pada saat kemajuan teknologi saat ini, menjaga kesehatan dan mencegah penyakit oleh masyarakat sangat utama ketimbang mengobati.

"Mempromosikan gaya hidup sehat juga sangat utama agar kualitas sumber daya manusia kita prima, dan masyarakat bisa mengaktualisasikan kapasitasnya untuk membangun bangsa negara ini," kata Presiden.[]

PresidenJoko WidodoTeknologi

 

 

Baca Juga