Rabu, 14 November 2018 -

 

 

Perry Warjiyo: Nilai Tukar Rupiah Saat Ini Sudah Stabil

Ekonomi  -  Jumat, 19 Oktober 2018, 15:27 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan pada International Banking Seminar dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di BICC Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10). ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari/hp/2018

SOKSINEWS.COM, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini sudah stabil dan bergerak sesuai mekanisme pasar.

"Nilai rupiah sudah stabil saat ini, ketika kurs rupiah bergerak di kisaran Rp15.200 per dolar AS," kata Perry di Jakarta, Jumat (19/10).

Lebih lanjut Perry menyampaikan kondisi nilai tukar tetap stabil ditinjau dari pasokan dan permintaan di pasar berjalan baik, mekanisme pasar bergerak secara baik.

"Kurs refrensi Jakarta Interbank Spot Dolar AS Rate (Jisdor) yang diumumkan di laman BI, Jumat (19/10), menunjukkan rupiah berada di Rp15.221/USD," ujarnya.

Perry mengatakan kondisi nilai tukar rupiah saat ini menunjukkan kepercayaan pelaku pasar termasuk investor global terhadap kondisi perekonomian domestik.

"Perkembangan global dari hari ke hari ada berita baru, wajar kalau pergerakan nilai tukar rupiah merespons," katanya.

Pergerakkan nilai tukar rupiah setelah menembus level Rp15 ribu per dolar AS relatif stabil dengan tingkat volatilitas yang tidak terlalu dalam.

Sementara, kalangan ekonom menyebutkan nilai tukar rupiah yang sudah berada di kisaran Rp15.000-an per dolar AS merupakan titik keseimbangan (ekuilibrium) baru yang mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Ekonom Agustinus Prasetyantoko meyakini rupiah akan sulit kembali menguat dari level saat ini mengingat ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan berlanjut yang menyebabkan pengetatan likuiditas global.

"Dengan pasokan dan likuiditas yang terbatas, kita tidak akan kembali ke Rp13.000 atau Rp14.000. Rp15.000 inilah titik keseimbangan baru buat rupiah kita," ujar Agustinus yang juga Rektor Universitas Katolik Atma Jaya itu pada Rabu (17/10).

Untuk mengurangi dampak ketidakpastian ekonomi global di sisa tahun, perbankan memprediksi Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate satu kali lagi tahun ini menjadi enam persen, setelah lima kali kenaikan sepanjang tahun.

"Bunga Acuan BI masih akan naik lagi sebesar 25 basis poin," kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto, Rabu (17/10).[]
 

Bank IndonesiaPerry WarjiyoRupiah

 

 

Baca Juga