Kamis, 14 November 2019

 

 

Hiburan Gaya Hidup

Aroma Lavender Atasi Kecemasan

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 24 Oktober 2018 12:59 WIB

Aroma Lavender Atasi Kecemasan
Ilustrasi

SOKSINEWS.COM, Lavender biasa digunakan dalam sabun mandi hingga pelembut pakaian karena aromanya dapat membantu Anda rileks. Kebenaran hal tersebut sudah dikonfirmasi oleh para ilmuwan Jepang.

Mereka menemukan bahwa tikus yang terpapar aroma lavender terbukti menjadi tidak begitu cemas.

Bahkan, tumbuhan semak ungu itu berpotensi sebagai alternatif yang lebih aman dibanding obat penenang benzos, menurut penelitian, sebagaimana laporan dailymail, yang dikutip Rabu (24/10).

Benzodiazepin dihubungkan dengan sejumlah efek samping, termasuk masalah ingatan, pertumbuhan payudara pria, dan bahkan cacat lahir.

Lavender dapat juga digunakan untuk menenangkan pasien sebelum operasi atau mereka yang susah minum obat, seperti anak kecil atau lansia.

Para ilmuwan Kagoshima University menganalisis apakah baru dari senyawa linalool uap lavender membantu releksasi tikus.

"Dalam pengobatan tradisional, telah lama dipercaya bahwa senyawa aroma berasal dari ekstrak tumbuhan yang dapat meredakan kecemasan. Seperti dalam penelitian sebelumnya, kami menemukan bahwa aroma linalool memiliki efek anxiolytic (anti-kecemasan) pada tikus normal," ungkap salah satu penulis Dr. Hideki Kashiwadani.

Menurut Dr. Kashiwadani, kerja dari linalool ini akan memberikan efek relaksasi dengan mengaktifkan neuron penciuman di hidung.

"Temuan ini mendekatkan diri pada fungsi linalool untuk mengurangi kecemasan. Misalnya, saat pembedahan, sebelum perawatan dengan anxiolytic yang dapat meringankan stres sebelum operasi dan memperlancar anastesi," sebutnya.

Ia juga membeberkan bahwa uap linalool berguna bagi pasien yang sulit diberikan anxiolytics oral atau supositoria, seperti bayi atau lansia.

Hingga 40 persen orang menderita kecemasan di seluruh dunia pada suatu titik dalam kehidupan mereka.

Ini terjadi setelah penelitian yang dirilis awal tahun ini menunjukkan bahwa tidur kurang dari delapan jam setiap malam dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental.

Insomnia itu menyebabkan sulit mengatasi pikiran negatif ketimbang mereka yang mendapat cukup tidur, menurut penelitian oleh Binghamton University, New York.

Berita Lainnya

Toraya Mangkasara Raih Juara Tari Dunia

SOKSINEWS.COM, Perwakilan Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan berhasil meraih juara kedua dalam ajang kompetisi tari . . .

Hiburan Rabu, 06 November 2019

BPS: Wisatawan Asing Yang Berkunjung Ke Sumbar Turun 25,90 Persen

SOKSINEWS.COM, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada September 2019 . . .

Hiburan Minggu, 03 November 2019

Pagelaran "Fesyar" 2019 Didorong Intensifkan QRIS Di Rumah Ibadah

SOKSINEWS.COM, Pagelaran Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2019 di Jawa Timur yang diadakan 6-9 November di Grand City Convention . . .

Hiburan Jumat, 01 November 2019

Cinta Laura Sempat Canggung Berakting Dengan Herjunot Ali

SOKSINEWS.COM, Cinta Laura yang merupakan salah satu pemeran utama film "Jeritan Malam" mengaku sempat canggung ketika . . .

Hiburan Selasa, 29 Oktober 2019

UKS UHO Dorong Minat Dan Bakat Seni Masyarakat Melalui Pabitara

SOKSINEWS.COM, Unit Kegiatan Seni (UKS) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pengembangan . . .

Hiburan Selasa, 29 Oktober 2019