Rabu, 14 November 2018 -

 

 

Tjahjo: Pernyataan Presiden Tentang Politik Sontoloyo Teguran Bagi Politikus

Nasional  -  Rabu, 24 Oktober 2018, 17:06 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. ANTARA FOTO

SOKSINEWS.COM, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo tentang politik sontoloyo merupakan bentuk teguran agar pelaku politik, termasuk dirinya, untuk bersikap santun.

"Intinya, beliau sebagai Presiden mengingatkan kepada saya bahwa sebagai politikus yang sekarang sebagai Mendagri, pembantu Presiden, ya, harus santun," kata Tjahjo usai menghadiri Konferensi Pers Empat Tahun Pemerintahan Jokowi/JK bertemakan "Capaian Pemerintah: Pembangunan Manusia Menuju Indonesia Maju" di kompleks Sekretariat Negara Jakarta, Rabu (24/10).

Tjahjo menegaskan bahwa di tengah ramainya informasi bohong dan berita palsu, seluruh pihak harus berperang melawan hoaks, apalagi di tengah masa kampanye Pilpres 2019.

Oleh karena itu, ungkapan "sontoloyo" oleh Presiden Joko Widodo tersebut, menurut Tjahjo, merupakan bentuk teguran agar politikus tidak menyampaikan berita dan informasi bohong.

"Menyampaikan sesuatu pemberitaan jangan bohong, menyampaikan sesuatu pemberitaan harus bisa dipertanggungjawabkan. Gitu saja, itu buat saya," kata Mendagri.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyinggung soal politik sontoloyo yang masih menggunakan cara dengan menyebarkan kebencian pada masa kampanye Pilpres saat ini.

Menurut Presiden, cara berpolitik sontoloyo tersebut adalah tidak sehat karena bertujuan memecah-belah kesatuan bangsa Indonesia.

"Kalau masih memakai cara-cara lama seperti itu, masih politik kebencian, politik SARA, politik adu domba, politik pecah belah, itu yang namanya tadi politik sontoloyo," kata Presiden Jokowi.[]

MendagriTjahjo KumoloSontoloyo

 

 

Baca Juga