Jumat, 03 April 2020

 

 

Nasional Hukum

Polres Lamongan Resmi Tahan Saddil Ramdani

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 02 November 2018 17:11 WIB

Polres Lamongan Resmi Tahan Saddil Ramdani
Pemain Timnas Indonesia U19 Saddil Ramdani melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Arab Saudi U19 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/10). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz/18.

SOKSINEWS.COM, Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menahan pemain timnas U-19 dan Persela Lamongan Saddil Ramdani, karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap mantan kekasihnya Anugrah Sekar Larasati, kata pejabat kepolisian setempat.

"Iya mas, resmi ditahan karena sebelumnya ada laporan penganiayaan," kata Kasatreskrim Polres AKP Wahyu Norman Hidayat, dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat (2/11).

Norman mengatakan, penahanan dilakukan setelah Polres Lamongan menerima laporan adanya insiden pertengkaran di mess Tim Persela Lamongan Rabu (31/11) petang.

Laporan itu, terkait penganiayaan atau penganiayaan ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP atau pasal 352 KUHP dengan dasar laporan polisi No : LP/ 261 / lX/2018/JATIM/RESLAMONGAN.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikonfirmasi mengakui adanya laporan yang masuk ke Polres Lamongan.

Ia mengatakan, keributan berujung pada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Saddil mengakibatkan wajah Sekar mengalami luka.

"Korban mengalami luka robek di bawah mata sebelah kanan," ucap Barung.

Kemudian, Saddil diperiksa terkait dugaan penganiayaan yang dilakukannya terhadap Sekar, dan ditahan hingga kasus ini dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Dalam kasus penganiayaan ini, polisi telah menetapkan Saddil Ramdani sebagai tersangka, dan diijerat dengan Pasal 351 KHUP ayat 1, dengan ancaman 2,8 tahun penjara. Sedangkan untuk pasal 352 KHUP ancamannya 9 bulan penjara.

Menanggapi hal itu, Saddil mengaku siap menjalani proses hukum serta mematuhi aturan yang berlaku, sebab kejadian itu terjadi diluar dugaan karena posisi dirinya sedang capek sehingga spontan melakukan penganiayaan.

"Kena cakar sekali dan kelihatan berdarah banyak. Dan saya dibikin ribut di asrama. Tapi saya sudah beritikad baik ingin damai, tapi keluarga tidak mau dan ingin melanjutkan kasus ini," tuturnya.

Saddil berharap, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya, dan sebagai laki-laki dia mengaku siap bertanggung jawab menjalani proses hukum yang ada.[]

Berita Lainnya

Pengurus DPP Gabema Tapteng Sibolga Periode 2019-2024 Resmi Dilantik

SOKSINEWS.COM, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabema Tapteng Sibolga periode 2019-2024 resmi dilantik di Jakarta, Minggu . . .

Nasional Minggu, 01 Maret 2020

Kemendes: 433 Desa Tanpa Listrik Segera Terang Benderang

SOKSINEWS.COM, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan sebanyak 433 desa yang . . .

Nasional Jumat, 28 Februari 2020

Pemkab Kubu Raya Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

SOKSINEWS.COM, Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo mengajak seluruh masyarakat di kabupaten itu dan Kalimantan Barat umumnya untuk bersama-sama . . .

Nasional Jumat, 28 Februari 2020

Wagub Jabar Bentuk Santri Siaga Bencana

SOKSINEWS.COM, Wakil Gubernur Jawa Barat,  UU Ruzhanul Ulum meminta Kantor Pencarian dan Pertolongan untuk melatih dan membentuk . . .

Nasional Jumat, 28 Februari 2020

OJK Kalteng Gencarkan Edukasi Dan Literasi Keuanagan Pada 2020

SOKSINEWS.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus menggencarkan edukasi dan literasi kepada masyarakat . . .

Nasional Jumat, 28 Februari 2020