Senin, 25 Maret 2019 -

 

 

Kohati PB HMI Ajak Masyarakat Dukung Gerakan 16 Hari Anti Kekerasan Seksual

Nasional  -  Senin, 05 November 2018, 11:17 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi Kekerasan Seksual Anak. ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Dalam rangka meminimalisasi maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Korps Himpunan Mahasiswa Islam-Wati (KOHATI) PB HMI mengajak masyarakat dukung gerakan "Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Seksual".

Kabid Bidang Kajian dan Advokasi Kohati PB HMI 2018-2020 Andi Arifah mengatakan gerakan merupakan bentuk harapan KOHATI kepada pemerintah agar kiranya bisa fokus dan serius menangani masalah yang tidak selesai-selesai.

"Ketika berbicara kesejahteraan bangsa maka pemerintah harus memperhatikan permasalahan yang menimpa perempuan dan anak, karena bagaimana akan sejahtera kalau kaum perempuan saja masih banyak yang terancam. Saya kira itu dongeng belaka,” ujar Andi Arifah di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan AGung No. 25 A, Jakarta Selatan, Senin (5/11).

Arifah menjelaskan, gerakan ini lahir sebagai respons KOHATI PB HMI atas problem kekerasan seksual di tanah yang terus meningkat.

Menurut Arifah, tingginya tensi pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak bisa dilihat dari tingginya pemberitaan di media massa. 

"Hampir setiap saat media tak kering memberitakan kasus seputar masalah ini," tuturnya.

Arifah berharap kasus pelecehan dan kekerasan ini jangan sampai tertutupi dengan isu politik yang gencar akhir-akhir ini.

Dia juga menegaskan agar pemerintah benar-benar konsisten dan peduli terhadap kasus ini. Sebab sebuah negara tidak akan maju dan beradab jika masyarakatnya masih belum menghargai martabat perempuan.

“Tidak ada masa depan cerah bagi negara yang tidak mampu melindungi perempuan dan anak” tegas aktivis HMI ini.

Rencananya tanggal 25 November hingga 10 Desember ini, KOHATI PB HMI menggalang dukungan untuk gerakan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Seksual (K16HAKtP).

Gerakan ini didukung oleh Komnas Perempuan, serta sejumlah lembaga bantuan hukum, lembaga kajian ilmiah kepermpuanan dan sebagainya.

Sebelumnya, pada 2017 lalu, Komnas Perempuan melaporkan kasus kekerasan seksual yang mencapai 5.649 kasus. 

Tingginya kasus kekerasan tersebut membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.[]

PB HMIKohatiKekerasan Seksual

 

 

Baca Juga