Minggu, 17 November 2019

 

 

Internasional

Pemboman Membabi Buta Gerilyawan Al-Houthi Tewaskan Delapan Warga Yaman

Ahmad Fiqi Purba
Kamis, 08 November 2018 09:39 WIB

Pemboman Membabi Buta Gerilyawan Al-Houthi Tewaskan Delapan Warga Yaman
Ilustrasi. Foto: ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Delapan warga Yaman tewas pada Rabu (7/11) akibat pemboman membabi-buta oleh gerilyawan Al-Houthi di dua daerah di negara Arab yang dicabik perang itu.

Di Kota Pelabuhan Laut Merah Hodeidah, empat anggota satu keluarga tewas akibat serangan mortir dari gerilyawan Al-Houthi di Kabupaten Tuhyata.

"Sejumlah bom mortir mendarat di rumah warga di Tuhyata, sehingga empat anggota keluarga tewas, termasuk seorang anak kecil," kata satu sumber medis yang tak ingin disebutkan jatidirinya dilansir dari Xinhua, Kamis (8/11).

Sementara itu, pusat media Brigade Imlaq, yang pro-pemerintah, menyatakan pertempuran masih berkecamuk melawan gerilyawan Al-Houthi, cuma beberapa kilometer dari Kota Pelabuhan Hodeidah, yang strategis.

Sejumlah petempur Al-Houthi tewas akibat bentrokan yang berlangsung dan serangan udara yang meningkat yang dilancarkan terhadap lokasi mereka dalam 24 jam belakangan ini, kata pusat media itu di dalam satu pernyataan.

Di tempat lain di Yaman, empat orang termasuk seorang perempuan tewas ketika gerilyawan Al-Houthi membom satu desa yang dikuasai pemerintah di Provinsi Adh-Dhalea di bagian selatan Yaman setelah penarikan mereka, kata beberapa sumber militer.

Sehari sebelumnya, pasukan pemerintah yang didukung oleh kendaraan lapis baja merebut sejumlah desa dari gerilyawan Al-Houthi di Adh-Dhalea, kata kantor berita yang dioperasikan negara, Saba.

Negara Arab tersebut telah terjerumus ke dalam perang saudara sejak gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang didukung Iran, menguasai secara militer banyak provinsi di Yaman Utara, termasuk Ibu Kota Yaman, Sana'a, pada 2014.

Arab Saudi memimpin satu koalisi militer Arab yang ikut-campur di Yaman pada 2015 guna mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi setelah gerilyawan Al-Houthi memaksa dia hidup di pengasingan.

PBB telah memasukkan Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan paling besar di dunia, sementara tujuh juta warga Yaman berada di ambang kelaparan dan kolera, yang telah mengakibatkan kematian lebih dari 2.000 orang.[]
 

Berita Lainnya

Presiden Portugal Tertarik Dengan Batik Dan Kerajinan Indonesia

SOKSINEWS.COM, Marcelo Rebelo de Sousa, menyampaikan apresiasi spesial atas keindahan kerajinan tangan yang ditampilkan Indonesia . . .

Internasional Sabtu, 16 November 2019

Presiden China XI Undang PM India Modi Kunjungi China lagi

SOKSINEWS.COM, Presiden Cina Xi Jinping mengundang Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mengunjungi China lagi tahun depan . . .

Internasional Kamis, 14 November 2019

Puluhan Ribu Tahanan ISIS Di Suriah Bisa Jadi Bom Waktu

SOKSINEWS.COM, Sekitar 10.000 tahanan ISIS beserta keluarganya di sejumlah kamp terdekat di Suriah timur laut menimbulkan risiko . . .

Internasional Rabu, 13 November 2019

Tabrakan Kereta di Bangladesh Tewaskan 14 Orang

SOKSINEWS.COM, Dua kereta bertabrakkan di Bangladesh Timur pada Selasa (12/11/12) pagi, menewaskan sedikitnya 14 orang dan . . .

Internasional Selasa, 12 November 2019

Menlu Meksiko: Harusnya Tidak Ada Kudeta di Bolivia

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard  menyatakan bahwa negaranya menolak apa yang dianggapnya sebagai . . .

Internasional Senin, 11 November 2019