Minggu, 19 Januari 2020

 

 

Olahraga

Juara Dunia Kelas 61 Kg Angkat Besi Lifter Eko Yuli Irawan Diguyur Bonus 200 Juta

Ahmad Fiqi Purba
Kamis, 08 November 2018 13:56 WIB

Juara Dunia Kelas 61 Kg Angkat Besi Lifter Eko Yuli Irawan Diguyur Bonus 200 Juta
Menpora Imam Nahrawi (kanan) dan Lifter Eko Yuli Irawan (kiri) bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Presiden mengapresiasi prestasi Eko Yuli yang berhasil meraih medali emas di nomor 61 kg serta memecahkan rekor dunia untuk total angkatan 317 kg dan angkatan clean and jerk 174 kg pada kejuaraan dunia angkat besi di Ashgabat, Turkmenistan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp.

SOKSINEWS.COM, Pundi lifter Eko Yuli Irawan bertambah setelah mampu menjadi juara dunia kelas 61 kg dan memecahkan rekor sehingga mendapat bonus Rp200 juta dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Bonus diberikan secara simbolis oleh Menpora Imam Nahrawi yang didampingi Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana dan Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta di Media Center Kemenpora Jakarta, Kamis (8/11).

"Cabang olahraga unggulan harus mendapatkan perhatian lebih. Salah satunya angkat besi. Dan kali ini Eko Yuli yang sukses menjadi juara dunia dan mencetak rekor yang mendapatkan apresiasi," kata Menpora Imam Nahrawi.

Pemerintah, kata dia, tidak tanggung-tanggung memberikan perhatian pada atlet cabang olahraga unggulan yang selama ini mampu mempersembahkan medali level dunia. Begitu juga dengan bulu tangkis yang sudah langganan menjadi juara dilevel tertinggi.

Tidak hanya memberi bonus, Menpora Imam Nahrawi menjelaskan jika pihaknya juga memberikan kebebasan kepada PB PABBSI untuk menyusun program bagi atletnya. Apalagi banyak kejuaraan yang bakal dihadapi dan sasarannya adalah Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang.

"Akan ada model pembiayaan tersendiri untuk cabang olahraga unggulan. Begitu juga dengan pelatnas. Tidak boleh putus," kata pria asal Bangkalan Madura itu.

Pria yang akrab dipanggil Cak Imam ini mengatakan selain dari Kemenpora, Eko Yuli juga mendapatkan bonus langung dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp250 juta yang diberikan secara langsung di Istana Merdeka Jakarta.

Sementara itu Eko Yuli Irawan mengaku bangga dengan apresiasi yang diberikan pemerintah. Apalagi bonus diberikan setelah dirinya menjadi yang terbaik pada kejuaraan single event bukan multi event yang selama ini sering didapat.

"Kami ucapkan terima kasih dengan pemberian bonus ini. Atlet selama ini hanya menjalankan tugas. Biayanya juga mahal. Dan saat ini saya mempertanggung jawabkan dengan prestasi," katanya.

Sebelumnya lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan merebut medali emas kelas 61 kg sekaligus memecahkan rekor pada kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan, Sabtu (3/11) waktu setempat.

Rekor yang dicetak Eko Yuli pada kelas yang baru dipertandingkan tersebut adalah dengan total angkatan 317 kg dari 313 kg sebelumnya dengan rincian angkatan clean and jerk 174 kg dan snatch 143 kg.[]

Berita Lainnya

Presiden Noc Indonesia Apresiasi Tindakan Penyelamatan Atlet Filipina

SOKSINEWS.COM, Presiden National Olympic Committe (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengapresiasi tindakan atlet tuan rumah . . .

Olahraga Senin, 09 Desember 2019

Suci Wulandari Raih Emas Pencak Silat SEA Games

SOKSINEWS.COM, Atlet pencak silat Suci Wulandari sukses melaksanakan tugasnya di SEA Games 2019 Filipina setelah mampu merebut . . .

Olahraga Kamis, 05 Desember 2019

Kesebelasan Semen Padang Ditinggal Dua Pemain Menikah Di Saat Genting

SOKSINEWS.COM, Kesebelasan Semen Padang ditinggal pemain pentingnya Teja Paku Alam dan Irsyad Maulana di saat genting karena tim . . .

Olahraga Minggu, 01 Desember 2019

Mantan Juara Dunia Identifikasi Bakat Atlet Badminton Di Gunungsitoli

SOKSINEWS.COM, Luluk Hadiyanto mantan juara dunia bulu tangkis tahun 2005 mengidentifikasi bakat atlet bulu tangkis di Kota Gunungsitoli, . . .

Olahraga Sabtu, 30 November 2019

Bos Basket Malaysia Cuti Gara-Gara Insiden Bendera Salah

SOKSINEWS.COM, Bos asosiasi bola basket Malaysia cuti tak terbatas setelah insiden salah bendera kebangsaan yang dikibarkan pada . . .

Olahraga Jumat, 29 November 2019