Senin, 10 Desember 2018 -

 

 

Kementerian PUPR Kembali Kirim 96 Insinyur Bangun Rumah di NTB

Nasional  -  Rabu, 14 November 2018, 11:11 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Sebuah alat berat membongkar bangunan Masjid Nurul Iman yang rusak akibat gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, 7 Agustus 2018. Berdasarkan kesaksian warga setempat, diduga puluhan korban yang sedang melaksanakan pengajian tertimbun bangunan masjid yang runtuh akibat gempa bumi pada Minggu (5/8). ( Foto: Antara / Zabur Karuru )

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah tenaga sebanyak 96 insinyur muda para CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) untuk membantu membangun kembali rumah warga pascagempa di NTB.

"Angkatan ketiga ini berjumlah 96 Orang terdiri atas 57 perempuan dan 39 laki-laki, dikirim untuk memperkuat dan mempercepat pembangunan rumah tahan gempa, baik RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat ), RIKA (Rumah Instan Kayu), maupun RIKO (Rumah Instan Konvensional)," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (14/11).

Sebagaimana diketahui, sebanyak 96 insinyur muda telah diberangkatkan dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (13/11), untuk menjadi tenaga pendamping masyarakat dalam membangun kembali rumah warga yang memenuhi kaidah rumah tahan gempa di Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya Kementerian PUPR telah mengirimkan 178 orang dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung pada Kamis (30/8) dan 222 orang dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada Jumat (31/8).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengiriman tambahan tenaga insinyur muda CPNS PUPR tersebut bertujuan untuk membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa di Provinsi NTB, sekaligus mendorong pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di NTB.

Basuki berpesan kepada para insinyur muda PUPR yang bertugas sebagai tenaga pendamping untuk dapat menjaga komunikasi dan kerjasama yang baik dengan masyarakat.

Sebelum diterjunkan mendampingi masyarakat, para insinyur muda tersebut diberikan pelatihan selama dua hari mengenai pembuatan dan perakitan RISHA, program Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas) serta Socio Engineering.

Ditambahkan Menteri Basuki, tugas sebagai tenaga pendamping ini menjadi bagian penting tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan wilayah terdampak di NTB.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga menyatakan, bahwa dari sekitar 75.000 rumah warga yang telah teridentifikasi rusak berat, sebanyak 40 persennya atau sekitar 30.000 unit dipilih warga menggunakan teknologi RISHA.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan perbaikan dan pembangunan kembali sebagian fasilitas umum yang rusak akibat gempa di NTB, sudah selesai.

"Rumah sakit ada 61 yang rusak, sedang dikerjakan 25, sudah selesai lima. Pasar ada 12 yang rusak, sedang dikerjakan dua, sudah selesai satu," katanya ketika memaparkan perkembangan penanganan dampak gempa di ruang VIP Bandara Internasional Lombok, NTB, Kamis (18/10).

Menteri PUPR menyebutkan untuk prasarana pendidikan, ada 857 unit bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan. Bangunan tersebut terdiri atas TK, PAUD, SD, MI, MTS, SMP, SMA, SMK dan MA.

"Dari jumlah itu, telah diverifikasi 830 unit. Jumlah yang rusak berat dan sedang dikerjakan Kementerian PUPR bersama TNI dan Polri serta masyarakat ada 520 unit, sudah selesai 44 unit," jelasnya.

Sementara itu, jumlah rusak ringan dikerjakan sendiri oleh organisasi pengelolanya, termasuk CSR dari perusahaan.[]

Kementerian PUPRBasuki HadimuljonoRumahNTB

 

 

Baca Juga