Minggu, 16 Juni 2019 -

 

 

Wapres JK Minta Pemda Manfaatkan Dana Desa Kembangkan Perekonomian

Ekonomi  -  Rabu, 14 November 2018, 13:56 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua dari kiri) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (ketiga dari kanan), dan Gubernur Sulteng Longki Djangola (kedua dari kiri) mengunjungi Hunian Semenara (Huntara) korban bencana di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (11/11/2018). Wapres menjanjikan, 1.200 unit Huntara yang sedang di bangun Kementerian PUPR itu akan selesai pada Desember 2018 dan para pengungsi akan segera menghuninya. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.

SOKSINEWS.COM, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah daerah dan kepala desa untuk memanfaatkan anggaran desa tahun 2019 guna pembangunan masyarakat pedesaan, serta mengembangkan perekonomian di desa.

"Kalau empat tahun lalu kita utamakan infrastruktur desa (seperti) jalan, jembatan desa, dan sebagainya, kemudian tahun-tahun berikutnya dan sampai sekarang ialah pembangunan masyarakatnya, apakah itu pendidikan, usaha ekonomi desa dan juga program lainnya menyangkut peningkatan kualitas masyarakat kita," kata Wapres saat membuka Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (14/11).

Pengembangan ekonomi di pedesaan, menurut JK, bukan merupakan hal baru; sehingga program-program pembangunan tersebut seharusnya dapat dimulai dan dilaksanakan dengan optimal.

Wapres meminta pemerintah daerah, para kepala desa dan perangkat desa untuk mengembangkan koperasi unit desa (KUD) dengan menggunakan dana desa, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.

"Sekarang kita tingkatkan lagi, sehingga terjadi suatu pembangunan yang memberikan pemerataan yang lebih baik kepada masyarakat kita," jelas Wapres.

Dengan adanya dana desa, yang mulai dikucurkan sejak 2015, Wapres berharap ada perkembangan di pedesaan, baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia.

"Banyak program yang bisa saling tumpang tindih, tapi yang kita inginkan adalah suatu fokus ke depan, ialah bagaimana meningkatkan sumber daya manusia, bagaimana kemudian ekonomi desa berkembang," ujarnya.

Anggaran dana desa mengalami peningkatan sejak pertama kali diluncurkan pada 2015, yakni sebesar Rp20 triliun menjadi Rp60 triliun di 2018, kemudian meningkat menjadi Rp73 triliun di 2019.[]

Wakil PresidenJusuf KallaDana Desa

 

 

Baca Juga