Jumat, 21 Februari 2020

 

 

Nasional Politik

PBB Nilai Keputusan Yusril Jadi Lowyer Jokowi-Ma'ruf Langkah Strategis

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 14 November 2018 15:30 WIB

PBB Nilai Keputusan Yusril Jadi Lowyer Jokowi-Ma'ruf Langkah Strategis
Yusril Ihza Mahendra.

SOKSINEWS.COM, Keputusan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra untuk menjadi penasihat hukum atau lawyer pasangan nomor urut satu, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, merupakan langkah strategis yang bisa dilakukan saat ini.

"Beliau (Yusril) memutuskan langkah yang menurutnya paling lunak, namun paling strategis. Beliau tidak menjadi bagian dari Timses Jokowi Ma'ruf, tetapi juga tidak memilih bermusuhan dengan mereka," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Afriansyah Ferry Noor, di Jakarta, Rabu (14/11).

Menurut dia, Yusril memilih bertindak sebagai lawyer profesional untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf, meskipun banyak pihak mengartikan menjadi lawyer berarti juga memberikan dukungan di Pilpres 2019.

"Padahal beda artinya. Yusril pernah menjadi lawyer orang PKI. Apakah mendukung PKI? Kan tidak sama sekali. Yusril jadi lawyer Golkar, PPP, Hanura OSO, apakah secara politik mendukung ketiga partai itu? Tidak," tegas Ferry.

Ia berpendapat Yusril merupakan seorang pribadi yang punya prinsip kuat sebagai Ketum PBB dan sebagai kuasa hukum. Sebagai kuasa hukum profesional, selama ini Yusril pun selalu menjaga kepercayaan kliennya.

"Kenapa orang PKI, Golkar, PPP dan Hanura itu memilih beliau jadi lawyer mereka? Karena mereka percaya, kepada Yusril profesional dan tidak akan mengkhianati mereka," tuturnya.

Selain itu, Yusril juga menjadi pengacara HTI, walaupun Yusril bukan pendukung HTI.

"Pendapat Yusril tentang khilafah malah berseberangan dengan HTI," ucapnya.

Oleh karena itu, ketika Yusril menerima tawaran menjadi penasihat hukum Jokowi-Ma'ruf, maka PBB secara kepartaian sama sekali tidak dilibatkan. Permintaan itu (tidak melibatkan PBB) disampaikan Yusril kepada Jokowi melalui Erick Thohir dan kemudian disetujui.

"Bukan Yusril tidak perduli atau mau menghancurkan PBB. Justru beliau mau mengangkat PBB. Di sini ada kartu-kartu yang beliau mainkan. Yusril ingin menembus angka empat persen bagi kepentingan PBB," ucapnya.

Yusril tidak bisa buka secara detail ke kita dan ke publik, kartu apa yang sedang Yusril mainkan. Yakinlah Yusril tidak ingin bunuh diri. Saya yakin waktu yang akan membuktikannya, kata Ferry.[]

Berita Lainnya

Panitia Pemilih Cawagub DKI Ditargetkan Terbentuk Pekan Depan

SOKSINEWS.COM, Panitia Pemilih (Panlih) Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta untuk menentukan pengganti Sandiaga Uno, ditargetkan . . .

Nasional Jumat, 21 Februari 2020

Terjadi Persaingan Figur Parpol Dan Non-Parpol Di Pilkada Surabaya

SOKSINEWS.COM,Pusat Riset Pilkada JTV bekerja sama dengan Tim Survei Pilkada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkirakan . . .

Nasional Jumat, 21 Februari 2020

Presiden Jokowi: Kita Ingin Negara Yang Cepat

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh rakyat untuk bekerja keras membangun ekonomi agar Indonesia menjadi . . .

Nasional Jumat, 21 Februari 2020

Perpusnas: Pustakawan Berperan Membentuk Budaya Literasi

SOKSINEWS.COM, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan pustakawan memiliki peran penting dalam membentuk . . .

Nasional Jumat, 21 Februari 2020

Mukomuko Butuh Payung Hukum Lindungi Ikan Mikih

SOKSINEWS.COM, Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan, daerah ini membutuhkan payung hukum baik berupa . . .

Nasional Jumat, 21 Februari 2020