Rabu, 19 Juni 2019 -

 

 

Menkeu Harapkan Perbankan Perbaiki GCG Hadapi Industri 4.0

Ekonomi  -  Kamis, 15 November 2018, 12:53 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama CEO & President Siemens Joe Kaeser (kiri) dan Deputy Chairman and CEO HSBC Asia Peter Wong (kanan) menyampaikan paparan dalam seminar "Connecting Europe and Asia: Belt and Road & Beyond" pada rangkaian The 16th Asia-Pasific Conference of German Bussiness di Jakarta, Jumat (2/11/2018). Menkeu mengatakan bahwa perluasan konektivitas akan menyediakan lebih banyak pilihan lokasi pengembangan industri di Indonesia sekaligus mendorong pasar domestik untuk lebih menarik foreign direct Investment. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) di tengah dinamika transformasi model bisnis akibat Revolusi Industri 4.0.

"Survei yang dilakukan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia menunjukkan bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik di industri keuangan masih dalam kisaran baik, saya membayangkan harusnya baik sekali," kata Sri Mulyani dalam Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018 di Jakarta, Kamis (15/11).

Menkeu menjelaskan penerapan GCG di sektor keuangan penting mengingat industri tersebut merupakan bisnis yang berbasis mengelola kepercayaan.

Sementara itu perkembangan teknologi yang tengah terjadi saat ini merupakan sesuatu yang harus diterima dan dirancang untuk masuk ke industri keuangan.

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengingatkan industri keuangan dalam merancang transformasi teknologi agar tidak melupakan aspek tata kelola perusahaan yang baik.

"Mau uang kartal atau uang digital, itu adalah properti orang yang dititipkan. Tidak peduli bagaimana bisnis model berubah, pandangan saya tetap sama yaitu fondasi dari bisnis perbankan adalah trust dan confidence," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan ada beberapa disrupsi teknologi yang dapat mengubah masa depan perbankan.

Beberapa di antaranya yaitu komputasi awan, application programming interface (API), robotic process automation, kecerdasan buatane, dan blockchain.

"Semua disrupsi ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya kadang tampak menarik. Namun, perlu kita sadari bahwa dampak dari transformasi digital harus dipahami secara jelas oleh para pemangku kepentingan," ujar dia.[]

MenkeuSri MulyaniPerbankanIndustri 4.0

 

 

Baca Juga