Jumat, 19 Juli 2019 -

 

 

Ma'ruf Amin Minta Tim Pemenang Daerah Tangkis Isu Negatif

Nasional  -  Kamis, 15 November 2018, 15:57 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin memberikan sambutan dan arahan saat acara ramah tamah di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (15/11/2018). Selain beramah tamah dengan tim kampanye daerah, dalam kunjungannya tersebut Maruf Amin juga meresmikan posko pemenangan pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin di Batam. ANTARA FOTO/M N Kanwa

SOKSINEWS.COM, Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin meminta tim pemenangan di setiap daerah untuk menangkis isu negatif yang beredar di masyarakat mengenai calon presiden Joko Widodo dan dirinya.

"Tim pemenangan daerah harus melakukan kampanye strategis, menangkis isu negatif," kata Ma'ruf Amin dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (15/11).

Menurut dia, saat ini banyak orang menyebarkan berita bohong, yang menggiring masyarakat tidak memilih dirinya. Dan itu menjadi tugas tim pemenangan untuk meluruskannya.

"Banyak fitnah terutama pada Pak Jokowi dan saya juga. Jokowi dibilang anti-Islam, antiulama. Kalau antiulama tidak mungkin angkat saya sebagai calon wakil presiden," kata dia.

Tidak hanya pada Jokowi, ia mengatakan komentar miring juga menyerang dirinya.

"Maruf Amin sudah tua, kok mau jadi cawapres. Semua orang juga tahu kalau saya sudah tua. Tapi beliau (Joko Widodo) memilih saya. Beliau nyaman bergandengan dengan saya," ujarnya.

Tim pemenangan daerah diminta menangkis isu negatif dengan menyebarkan capaian-capaian yang sudah dihasilkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, selama memimpin Indonesia, Joko Widodo telah menanamkan banyak kebaikan melalui pembangunan yang sudah dirasakan sendiri oleh masyarakat.

"Semua orang paham, Jokowi meletakkan kebaikan dengan pembangunan yang telah dimanfaatkan masyarakat," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga mengklarifikasi mengenai aduan masyarakat yang menuding dirinya menghina penyandang tunanetra dan tunarungu.

Menurut dia, penggunaan kata buta dan budeg bukan ditujukan kepada penyandang cacat, tapi masyarakat yang tidak menggunakan mata dan telinganya untuk melihat dan mendengar berbagai keberhasilan yang sudah dicapai pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Bukan begitu, maksud saya punya mata tapi tak melihat, punya telinga tapi tak mendengar. Yang budeg batinnya," kata dia.

Sementara itu, Ma'ruf Amin dijadwalkan berada di Kota Batam selama dua hari, Kamis hingga Jumat (15-16/11), di antaranya menghadiri pertemuan tokoh, ulama, pendukung serta menghadiri uji petik kajian kitab kuning Nahwau Syarah dengan metode Al-Ghooyah.[]

Maruf AminRiauTKDPemilu 2019

 

 

Baca Juga