Minggu, 17 November 2019

 

 

Internasional

Menlu Arab Saudi Bantah Mohammed bin Salman Terlibat Pembunuhan Khasoggi

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 16 November 2018 09:36 WIB

Menlu  Arab Saudi Bantah Mohammed bin Salman Terlibat Pembunuhan Khasoggi
Jamal Khashoggi. Foto: thehill.com

SOKSINEWS.COM,  Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir pada Kamis (15/11) berkeras bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman sama sekali tidak memiliki kaitan dengan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Al-Jubeir mengeluarkan pernyataan tersebut dalam satu taklimat di Riyadh, beberapa jam setelah Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap lima tersangka utama dalam pembunuhan Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober.

"Kerajaan Arab Saudi berkomitmen untuk menuntuk pertanggung-jawaban mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu, dan penyelidikan mengenai pembunuhan tersebut akan berlanjut sampai semua tanda-tanya terjawab," kata Al-Jubeir.

Ia menyoroti bahwa para terdakwa dan korban dalam kasus Khashoggi adalah warga negara Arab Saudi dan peristiwa itu terjadi di tanah Arab Saudi.

Diplomat senior Arab Saudi tersebut mengatakan ada upaya untuk mempolitisir kasus Khashoggi, yang patut disesalkan.

"Media Qatar telah melancarkan aksi terorganisir terhadap Arab Saudi dan mengeksploitasi kasus Khashoggi," kata Al-Jubeir, sebagaimana dikutip Xinhua, Jumat (16/11).

Riyadh telah memutus hubungan dengan Doha sejak Juni 2017, dengana alasan Qatar mendukung terorisme dan ekstremisme serta memiliki hubungan erat dengan Iran, pesaing utama Arab Saudi di wilayah itu.

Pada Kamis pagi, Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi mengungkapkan perincian mengenai pembunuhan Khashoggi, dan mengatakan Khashoggi dibunuh dengan suntikan narkotika dan mayatnya dimutilasi, setelah pencekikan oleh sekelompok agen Arab Saudi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Khashoggi, wartawan untuk The Washington Post dan pengeritik lantang Pemerintah Arab Saudi, hilang pada 2 Oktober, setelah ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk memperoleh dokumen buat perkawinannya. Peristiwa itu memicu penyelidikan oleh Pemerintah Turkiu dan tekanan internasional atas Riyadh agar mengungkapkan keberadaan Khashoggi.

Setelah awalnya membantah, Pemerintah Arab Saudi pada penghujung Oktober mengakui Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat dan 18 orang yang memiliki hubungan dengan kasus tersebut ditangkap.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan sanksi internasional atas Arab Saudi sehubungan dengan kasus Khashoggi, Al-Jubeir mengatakan ada perbedaan antara penjatuhan hukuman atas mereka yang dituduh dan menganggap Pemerintah Arab Saudi bertanggung-jawab.

Pada saat yang sama, Departemen Keuangan AS pada Kamis mengumumkan sanksi atas 17 pejabat Arab Saudi sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi.[]
 

Berita Lainnya

Presiden Portugal Tertarik Dengan Batik Dan Kerajinan Indonesia

SOKSINEWS.COM, Marcelo Rebelo de Sousa, menyampaikan apresiasi spesial atas keindahan kerajinan tangan yang ditampilkan Indonesia . . .

Internasional Sabtu, 16 November 2019

Presiden China XI Undang PM India Modi Kunjungi China lagi

SOKSINEWS.COM, Presiden Cina Xi Jinping mengundang Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mengunjungi China lagi tahun depan . . .

Internasional Kamis, 14 November 2019

Puluhan Ribu Tahanan ISIS Di Suriah Bisa Jadi Bom Waktu

SOKSINEWS.COM, Sekitar 10.000 tahanan ISIS beserta keluarganya di sejumlah kamp terdekat di Suriah timur laut menimbulkan risiko . . .

Internasional Rabu, 13 November 2019

Tabrakan Kereta di Bangladesh Tewaskan 14 Orang

SOKSINEWS.COM, Dua kereta bertabrakkan di Bangladesh Timur pada Selasa (12/11/12) pagi, menewaskan sedikitnya 14 orang dan . . .

Internasional Selasa, 12 November 2019

Menlu Meksiko: Harusnya Tidak Ada Kudeta di Bolivia

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard  menyatakan bahwa negaranya menolak apa yang dianggapnya sebagai . . .

Internasional Senin, 11 November 2019