Senin, 10 Desember 2018 -

 

 

Misbakhun: Bhinneka Tunggal Ika Itu Modal Besar Perekat NKRI

Nasional  -  Rabu, 28 November 2018, 20:19 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Anggota Badan Sosialisasi MPR Mukhamad Misbakhun dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Rabu (28/11).

SOKSINEWS.COM, Anggota Badan Sosialisasi MPR Mukhamad Misbakhun berpandangan, sejarah penyatuan bangsa saat itu dilakukan oleh para tokoh dengan latar belakang berbeda. Mereka tokoh nasionalis, tokoh agama dan tokoh adat, serta tokoh-tokoh pemersatu bangsa lainnya. Menurutnya, semua perbedaan itu disatukan dalam satu ideologi yaitu ideologi Pancasila.

Misbakhun mengemukakan hal itu saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika di hadapan ratusan masyarakat desa Sudan, kec. Wonorejo, Kab. Pasuruan, Rabu (28/11).

Legislator Golkar yang getol membela kebijakan Presiden Joko Widodo itu mengatakan, jika kita lihat dalam kondisi kekinian, dapat kita manifestasikan pada kondisi pra kemerdekaan, masyarakat kembali tersekat-sekat oleh kepentingan sosial, ekonomi, agama dan politik.

“Kita harus bangkit kembali dan menyatukan perbedaan yang terkoyak dari permasalahan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagaimana yang tercantum dalam lima sila pada Pancasila,” tegasnya.

Bagi Misbakhun, ini adalah kesepakatan para pendiri bangsa dimana Indonesia adalah negara yang beragam. Ada berbagai macam suku. Ini yang menurutnya adalah kebhinnekaan yang mau tidak mau kita terima. Dan, dalam Islam inilah yang disebut _Rahmatan lil ‘alamin_.

“Tidak boleh ada alasan bangsa ini sampai terpecah belah. Sudah wajar ada perbedaan, dan ini yang menurut saya adalah kebhinekaan yang mau tidak mau kita terima,” imbuhnya.

Menurut Misbakhun, Indonesia yang penduduknya terbesar ke-4 dunia, para pemimpinnya termasuk Presiden Joko Widodo berkomitmen menjalankan sistem demokrasi dengan sangat baik.

Sebagai Presiden, lanjut ia, pak Jokowi menjalankan program pembangunan sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita. Proyek infrastruktur dijalankan di berbagai daerah di Indonesia, program kesehatan, program kesejahteraan rakyat, dan masih banyak program lain. Di lain sisi, banyak pihak yang tidak suka dengan capaian-capaian kerja pak Jokowi. Mereka dengan mencari berbagai alasan supaya Pak Jokowi tidak terpilih kembali pada Pilpres 2019.

“Mereka memfitnah itu untuk menjatuhkan nama baiknya pak Jokwoi. Yang lebih parah lagi, pak Jokowi adalah PKI. Bahwa Pak Jokowi lahir tahun 1962. Peristiwa G30S PKI tahun 1965. Masak pak Jokowi terlibat PKI saat umur 3 tahun? Kan nggak mungkin. Bapak ibu harus bisa menjelaskan ke masyarakat,” terang dia.

Isu-isu berbau fitnah yang ditujukan pada pak Jokowi akan terus dilakukan untuk menjatuhkan pak Jokowi.

Misbakhun berharap, masyarakat Pasuruan mampu menggunakan akal sehat untuk berpikir kritis  merespon isu-isu yang tidak sehat (hoax).

“Mudah mudahan masyarakat Pasuruan tetap menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI sebagaimana perjuangan para pendiri bangsa (founding fathers) kita,” tukas Misbakhun.[]

 

 

Baca Juga