Senin, 10 Desember 2018 -

 

 

Menkeu: Indonesia Butuh Negosiator Andal Untuk Perang Dagang

Ekonomi  -  Senin, 03 Desember 2018, 09:32 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (15/11/2018). Menurut Menkeu pelaksanaan APBN 2018 tetap sesuai target, seimbang antara pertumbuhan dan stabilitas dengan kondisi riil pertumbuhan ekonomi Q-3 2018 mencapai 5,17 persen dan laju inflasi terkendali (hingga Oktober mencapai 3,2 persen yoy). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz.

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan Indonesia harus menyiapkan materi dan posisi yang jelas serta negosiator yang unggul dalam menghadapi era perang dagang bilateral dan melemahnya mekanisme solusi multilateral yang makin kompleks.

Dalam laman media sosial resmi yang dipantau di Jakarta, Minggu (2/12), Sri Mulyani menjelaskan hal tersebut patut dilakukan karena pemulihan ekonomi yang masih belum merata serta kebijakan ekonomi antara negara yang makin tidak sinkron dan tidak searah diperparah oleh kebijakan konfrontasi perdagangan.

"Perang dagang telah melahirkan keinginan G20 untuk melakukan reformasi multilateral dalam World Trade Organization (WTO)," ujarnya.

Untuk itu, Sri Mulyani mengharapkan Pertemuan Tahunan G20 tingkat pimpinan negara yang berlangsung di Buenos Aires, Argentina, benar-benar bisa menghasilkan keputusan yang menentukan arah ekonomi dan tata kelola global. Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani mengingatkan ancaman dan peluang digital ekonomi terhadap kesempatan dan jenis kerja di masa depan terus menjadi perhatian G20, karena berpengaruh terhadap kebijakan ketenagakerjaan, jaring pengaman sosial, dan perpajakan.

"Dunia akan semakin kompleks dan globalisasi serta kemajuan teknologi akan memberikan banyak kesempatan untuk maju dan mengejar ketertinggalan, namun juga menyajikan kerumitan dalam mengelola perekonomian dan sosial suatu negara. Indonesia harus makin keras dan cerdas dalam membangun perekonomian kita," katanya. 

Sri Mulyani menyakini fokus Presiden Jokowi untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur sudah merupakan hal yang benar, karena bermanfaat untuk pemerataan dan peningkatan produktivitas serta daya kompetisi negara.

"Indonesia tetap perlu membangun kapasitas anak-anak bangsa dalam memahami dan menghadapi globalisasi ekonomi, perubahan teknologi dan dinamika geo-politik yang makin rumit dan menantang. Ini tantangan yang harus dihadapi dan dijawab oleh generasi milenial kita," ujarnya.[]

MenkeuSri Mulyani

 

 

Baca Juga