Senin, 10 Desember 2018 -

 

 

Menteri Susi Ingatkan Stakeholders Bekerjasama Majukan Perekonomian Perikanan

Ekonomi  -  Selasa, 04 Desember 2018, 09:35 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Nelayan memperlihat udang lobster hasil tangkapan yang dibesarkan dalam kolam penampung di Desa Punge, Meuraxa, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (17/11/2018). Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, maraknya penyelundupan bibit lobster ke luar negeri berdampak pada menurunnya ekspor lobster yang saat ini hanya berada pada kisaran 300 hingga 1.000 ton per tahun, sedangkan sebelumnya mencapai sebanyak 8.000 hingga 30.000 ton per tahun. ANTARA FOTO/Ampelsa/kye.

SOKSINEWS.COM, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan pemangku kepentingan bahwa udang merupakan komoditas yang harus didorong terus sebagai andalan untuk meraup devisa ekspor sektor kelautan dan perikanan nasional.

"Saya mengingatkan semua stakeholders untuk bekerja sama memajukan perekonomian perikanan baik laut, maupun budi daya. Terutama udang yang memberikan share dominan dalam struktur perdagangan ekspor produk perikanan nasional," kata Menteri Susi dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Selasa (4/11).

Hal itu, lanjut dia, mengingat komoditas tersebut antara lain memiliki peluang pasar ekspor yang terbuka dengan margin nilai yang besar. Di sisi lain, kata dia, udang merupakan komoditas yang mendominasi struktur perdagangan ekspor produk perikanan nasional.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto mengatakan udang menjadi salah satu komoditas perikanan budidaya yang paling siap dalam menghadapi industri 4.0.

"Saya melihat juga dari sisi investasi keuntungan, udang sudah sangat siap. Teknologinya, sarananya, peralatannya, saya lihat paling lengkap di sana, begitu juga tata niaga dan pemasarannya," kata Slamet usai menghadiri Pembukaan Aquatic Asia & Indoaqua 2018 di JI Expo Kemayoran Jakarta, Selasa (28/11).

Slamet menjelaskan bahwa sejumlah tambak udang telah menerapkan praktik akuakultur yang baik dan berkelanjutan. Selain itu, tambak udang juga telah memenuhi sistem "biosecurity" atau standar bahwa komoditas tersebut terbebas dari penyakit tercemar.

Menurut dia, penerapan akuakultur atau praktik perikanan budi daya yang berkelanjutan menjadi bagian dari transformasi industri 4.0. Selain udang, komoditas ekspor perikanan budi daya lainnya seperti kakap putih, kerapu, dan rumput laut, juga menjadi komoditas perikanan yang paling siap bertransformasi menuju industri 4.0.[]
 

Menteri Kelautan dan PerikananSusi PudjiastutiPerekenomian

 

 

Baca Juga