Minggu, 17 November 2019

 

 

Nasional

Mendagri Targetkan Pekan Depan Musnahkan Seluruh E-KTP Rusak

Ahmad Fiqi Purba
Senin, 17 Desember 2018 11:18 WIB

Mendagri Targetkan Pekan Depan Musnahkan Seluruh E-KTP Rusak
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan materi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (28/11/2018). Rakernas Kejaksaan 2018 digelar untuk membahas sejumlah program kerja dan permasalahan seperti tantangan kejaksaan dalam menghadapi perkembangan sosial politik dan hukum serta peningkatan perhatian kejaksaan pada Pemilu mendatang. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

SOKSINEWS.COM, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menargetkan semua kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E) yang rusak dan tidak sah musnah pada 20 Desember 2018.

Tjahjo, dihubungi di Jakarta, Minggu (16/12), menyampaikan sejak 13 Desember 2018 telah menginstruksikan seluruh jajarannya, hingga tingkat kota dan kabupaten, untuk membakar semua KTP-E rusak dan tidak sah hingga satu minggu ke depan.

"Yang di gudang pusat maupun di gudang daerah dibakar semua. Setiap hari, kalau masih ada satu KTP-E yang tidak berlaku, harus segera dimusnahkan," kata dia menegaskan.

Menurut Tjahjo, penertiban KTP-E ini sebenarnya sudah diperketat sejak Juli 2018.

"Enam bulan lalu, kami instruksikan KTP-E yang kedaluarsa dan 'invalid' atau salah ketik apapun harus segera dipotong. Tapi dalam perkembangannya belum semua daerah memotong," ungkap dia.

Kelalaian tersebut, kata dia, kemudian dimanfaatkan sejumlah pihak untuk berlaku curang.

"Itu oknum yang sengaja tidak bertanggungjawab. 'Gak' mungkin tercecer sendiri, pasti ada aktivitas dari oknum yang sengaja," ungkap dia.

Dengan terus berulangnya kasus penyebaran KTP-E secara ilegal, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu kemudian memutuskan untuk mengambil tindakan tegas, yakni memusnahkan seluruh KTP-E dengan cara dibakar.

"Dengan dibakarnya semua ini, kalau masih ada KTP-E tercecer akan kami usut, dan ada sanksi pidananya," kata Tjahjo.

Ia menambahkan pihaknya juga bakal langsung memberikan sanksi jika kelak ada pegawai Kementerian Dalam Negeri yang terbukti terlibat dalam perbuatan curang itu.

Terkait pembakaran KTP-E rusak dan invalid, Tjahjo mengaku akan mengawasi jajarannya dengan seksama agar instruksinya dilaksanakan secara bertanggungjawab.

"Kalau mau menyidak di 514 kota dan kabupaten kan cukup berat. Jadi kami akan minta sampel tiap-tiap provinsi, kami telepon seluruh gudang KTP-E di seluruh indonesia secara acak untuk memastikan," tutur dia.

"Walaupun KTP-E itu tidak berlaku lagi, tidak mengganggu sistem, tapi kan itu bisa menimbulkan polemik dan opini. Apalagi di tahun politik, bayangkan ini tanggung jawab kita bersama," tambah Tjahjo.
 

Berita Lainnya

Tahun Depan, Pemerintah Alokasikan Rp 11 Triliun Untuk Rumah Subsidi

SOKSINEWS.COM, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk tahun 2020 telah mengalokasikan . . .

Nasional Sabtu, 16 November 2019

Kementan: Petani Milenial Harus Kuasa Teknologi 4.0

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan para petani milenial di Indonesia harus mengikuti dan menguasai era . . .

Nasional Sabtu, 16 November 2019

Ketua MPR Tengok Cucu Ketiga Presiden Jokowi

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menengok anak kedua Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda atau cucu ketiga . . .

Nasional Sabtu, 16 November 2019

KPK Mintai Keterangan Mantan Menteri Agama Dalam Proses Penyelidikan

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat meminta keterangan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam . . .

Nasional Jumat, 15 November 2019

PLN Kembangkan Objek Wisata Air Terjun Curup Buluh Tujuh Tingkat

SOKSINEWS.COM, PT PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (WS2JB) membantu pengembangan objek wisata Air Terjun Curup . . .

Nasional Jumat, 15 November 2019