Jumat, 22 November 2019

 

 

Ekonomi

Hati-Hati Gunakan Medsos, Kedepan Medsos Jadi Syarat Lamaran Pekerjaan

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 20 Maret 2019 14:48 WIB

Hati-Hati Gunakan Medsos, Kedepan Medsos Jadi Syarat Lamaran Pekerjaan
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri saat melakukan kunjungan kerja di pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Kabupaten Semarang, Rabu (20/3). Foto: Antaranews

SOKSINEWS.COM, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan bahwa akun media sosial ke depan akan menjadi salah satu syarat lamaran pekerjaan di suatu perusahaan, baik perusahaan milik pemerintah maupun asing.

"Kedepan (pengecekan) akun medsos akan menjadi tren bagi perusahaan saat akan menerima karyawan sehingga kalau medsos kita gak benar itu bisa mengganggu perjalanan karir kita," kata Menaker saat menyampaikan pidato sambutan dalam kunjungan kerja ke pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Kabupaten Semarang, Rabu (20/3).

Oleh karena itu, Menaker mengimbau semua lapisan masyarakat, terutama generasi muda untuk berhati-hati dan lebih bijak dalam menggunakan medsosnya masing-masing karena hal itu mencerminkan jatidiri seseorang.

Menaker mencontohkan ada seorang pelamar kerja di suatu perusahaan yang dinyatakan lolos tes tertulis dan wawancara, namun saat dilakukan pengecekan lebih lanjut yang bersangkutan batal diterima kerja hanya karena akun medsosnya berisi hal-hal negatif.

"Oleh karena itu, saya pesan hati-hati gunakan medsos, jangan gampang termakan hoaks dan ikut menyebarkan hoaks, terutama hoaks mengenai tenaga kerja asing," ujarnya.

Terkait dengan maraknya hoaks mengenai tenaga kerja asing (TKA) itu Menaker menegaskan bahwa TKA di Indonesia masih aman dan terkendali.

"TKA kalau masuk dan kerja di Indonesia itu prosedurnya ketat, sedangkan dari sisi jumlah masih sangat kecil, hanya sekitar 95 ribuan TKA dari berbagai negara yang bekerja di Indonesia, TKA dari China hanya 32 ribuan saja," katanya.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dan dilaksanakan TKA yang bekerja di Indonesia adalah harus mempunyai izin kerja dan izin tinggal, membayar pajak tiap bulan sesuai ketentuan yang berlaku, hanya bekerja pada jabatan, waktu, dan lokasi tertentu, serta harus melakukan transfer ilmu dan teknologi.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Menaker didampingi Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman, dan jajaran Dinas Ketenagakerjaan tingkat provinsi dan kabupaten.[]

Berita Lainnya

Kenaikan UMK Diharapkan Meningkatkan Produktivitas Pekerja

SOKSINEWS.COM, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Malang menyatakan bahwa kenaikan . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019

OJK Dorong Perbankan Papua Tingkatkan Teknologi Jelang 2020

SOKSINEWS.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mendorong pihak perbankan di wilayahnya untuk terus . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019

Kemenkeu Akan Bayar Premi Asuransi Barang Negara RP21 Miliar

SOKSINEWS.COM, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membayarkan premi yang diperkirakan mencapai Rp21 miliar untuk tahun pertama . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019

Pengamat: Indonesia Mampu Hadapi Tantangan Ekonomi Global

SOKSINEWS.COM, Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak Eddy Suratman mengatakan Indonesia mampu hadapi tantangan ekonomi . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Stagnan

SOKSINEWS.COM, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup stagnan usai bank sentral . . .

Ekonomi Jumat, 22 November 2019