Minggu, 17 November 2019

 

 

Nasional Politik

Jokowi-Amin Kuasai 92 Persen Suara Pemilih di Provinsi Bali

*
Kamis, 09 Mei 2019 09:49 WIB

Jokowi-Amin Kuasai 92 Persen Suara Pemilih di Provinsi Bali
alon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) bersama calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kedua kiri), Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jusuf Kalla (keempat kanan) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) menyaksikan hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.

SOKSINEWS.COM, Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menguasai 92 persen suara masyarakat di Bali berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Bali.

"Setelah menyelesaikan pleno tingkat provinsi hari ini, maka Kamis ini hasilnya kami sampaikan langsung ke KPU RI," kata Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan di sela memimpin Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Provinsi Bali, di Denpasar, Rabu (8/5) malam.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara tingkat Provinsi Bali itu, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin dengan perolehan total 2.351.057 suara (92 persen) dan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan perolehan 213.415 suara (8 persen).

Adapun sebaran perolehan suara Jokowi-Amin untuk sembilan kabupaten/kota di Bali, yakni di Kabupaten Jembrana (153.126), Tabanan (302.441), Badung (318.813), Gianyar (318.536), Klungkung (118.237), Bangli (149.453), Karangasem (274.861), Buleleng (383.571), dan Kota Denpasar (338.019).

Sedangkan perolehan suara pasangan Prabowo-Sandi di tiap kabupaten/kota, yakni di Jembrana (33.829), Tabanan (18.013), Badung (23.357), Gianyar (12.627), Klungkung (10.486), Bangli (8.938), Karangasem (20.549), Buleleng (46.161), dan Kota Denpasar (39.455).

Sedangkan, empat calon anggota DPD RI yang memperoleh suara terbanyak dan akan melenggang ke Senayan, yakni calon petahana IGN Arya Weda Karna dengan perolehan 742.781 suara, mantan Gubenur Bali Made Mangku Pastika (269.790 suara), mantan Bupati Badung Anak Agung Gde Agung (229.675 suara), dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Bali H Bambang Santoso (126.100 suara).

Lidartawan mengatakan, setelah merampungkan pleno di tingkat provinsi, maka proses selanjutnya tinggal menunggu giliran jadwal untuk pleno di KPU RI yang jadwalnya mulai 12 Mei mendatang.

Secara umum pleno terbuka yang berlangsung lebih dari 16 jam itu di salah satu hotel di kawasan Sanur, Denpasar berlangsung dengan lancar, meskipun sempat diwarnai dengan sejumlah protes dari Fabian Andrianto Cornellis, saksi dari Partai Gerindra dan Badan Pemenangan Provinsi Bali, Prabowo-Sandi.

Fabian mengemukakan, bahwa data dari rekap tingkat kecamatan dan kabupaten tidak sesuai. Diduga ada perubahan yang mencolok dan tidak sinkron mulai dari DAA hingga DAA-1, khususnya perolehan milik Partai Gerindra.

Perbedaan itu pada perolehan suara PDIP di salah satu TPS di Kabupaten Karangasem. Berdasarkan C1 Plano yang dimiliki partainya, jumlah suara sah partai dan calon sebanyak 54 suara. Namun pada formulir DA1 dan DAA1 jumlahnya 64 suara. Perbedaan jumlah tersebut terjadi pada caleg nomor urut 09, I Wayan Sudirta. Dalam C1 Plano milik partainya, tertera angka 3. Sementara pada formulir DA1 dan DAA-1 tertera angka 13.

Setelah menguraikan itu, Ketua KPU Bali akhirnya memutuskan untuk membuka C1 Plano agar memastikan ada atau tidak dugaan sebagaimana disampaikan saksi dari Partai Gerindra tersebut. Rapat pleno bahkan sampai diskors lebih dari satu jam sembari menunggu datang C1 Plano beserta kotak suara yang jadi wadahnya tersebut dari Karangasem.

Berdasarkan hasil pembukaan C1 Plano, ternyata memang tertulis angka 13 sesuai dengan formulir DA1 dan DAA-1, sehingga tudingan adanya perubahan perolehan suara berdasarkan data yang dimiliki saksi tidak terbukti.

"Penyelenggara kami itu baik dan benar di lapangan, jangan selalu dikatakan negatif terus. Oleh karena itu, saya meminta izin kepada Bawaslu untuk membuka kotak itu," ujarnya.

Pihaknya ingin membuktikan bahwa penyelenggara pemilu tidak ada main-main. 

"Ini untuk membuktikan, walaupun tadi kami tidak hiraukan, jika terus dihujani (protes, Red) seperti itu, saya sebagai penggiat demokrasi risih juga. Di Bali aman-aman saja," pungkasnya.[]

*ANTARA

Berita Lainnya

Tahun Depan, Pemerintah Alokasikan Rp 11 Triliun Untuk Rumah Subsidi

SOKSINEWS.COM, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk tahun 2020 telah mengalokasikan . . .

Nasional Sabtu, 16 November 2019

Kementan: Petani Milenial Harus Kuasa Teknologi 4.0

SOKSINEWS.COM, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan para petani milenial di Indonesia harus mengikuti dan menguasai era . . .

Nasional Sabtu, 16 November 2019

Ketua MPR Tengok Cucu Ketiga Presiden Jokowi

SOKSINEWS.COM, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menengok anak kedua Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda atau cucu ketiga . . .

Nasional Sabtu, 16 November 2019

KPK Mintai Keterangan Mantan Menteri Agama Dalam Proses Penyelidikan

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat meminta keterangan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam . . .

Nasional Jumat, 15 November 2019

PLN Kembangkan Objek Wisata Air Terjun Curup Buluh Tujuh Tingkat

SOKSINEWS.COM, PT PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (WS2JB) membantu pengembangan objek wisata Air Terjun Curup . . .

Nasional Jumat, 15 November 2019