Selasa, 21 Mei 2019 -

 

 

Mata Uang Asia Melemah, Rupiah Awal Pekan Ini Kembali Terkoreksi

Ekonomi  -  Senin, 13 Mei 2019, 09:48 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Petugas menyusun tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang tunai masyarakat pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H, Bank Mandiri menyiapkan dana tunai sebesar Rp54,9 triliun atau sekitar Rp1,9 triliun per hari, naik 29% dari rata-rata harian pada kondisi normal. Dari nilai itu, sekitar 82 persen dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan mesin-mesin ATM Mandiri dan 18 persen akan ditempatkan di kantor cabang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

SOKSINEWS.COM, Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini kembali terkoreksi seiring pelemahan mata uang Asia.

Rupiah Senin pagi melemah 21 poin atau 0,15 persen menjadi Rp14.348 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp14.327 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (13/5), mengatakan, pelemahan rupiah terjadi pasca rilis data neraca transaksi berjalan (current account) yang dirilis oleh Bank Indonesia akhir pekan lalu.

"Neraca transaksi berjalan tercatat defisit sebesar 2,6 persen dari PDB, membaik dibandingkan Q4-2018 yang tercatat defisit 3,59 persen dari PDB tetapi relatif masih tinggi dibandingkan Q1-2018 yang sebesar defisit 2,01 persen dari PDB," ujar Lana.

Dari eksternal, inflasi Amerika Serikat (AS) pada April 2019 tercatat 2 persen (tahun ke tahun/yoy), naik dari 1,9 persen (yoy) pada Maret 2019, tetapi masih dibawah proyeksi 2,1 persen (yoy).

Angka inflasi April tersebut merupakan yang tertinggi sejak November 2018. Kenaikan inflasi ini karena naiknya harga minyak mentah.

Sementara itu, secara bulanan inflasi AS pada April tercatat 0,3 persen (bulan ke bulan/mom), melambat dibandingkan Maret 0,4 persen (mom)

"Inflasi AS ini masih sangat aman dan belum menjadi kekawatiran naiknya suku bunga The Fed, yang justru berpotensi turun diantaranya karena ‘tekanan’ permintaan Presiden Trump," kata Lana.

Lana memprediksi, pada Senin (13/5) ini rupiah masih berpotensi menguat di kisaran Rp14.300 per dolar AS sampai Rp14.320 per dolar AS.

Mata uang Asia antara lain yuan melemah 0,44 persen terhadap dolar AS, won melemah 0,8 persen, dolar Singapura 0,19 persen, dan baht 0,12 persen. Sedangkan yen menguat 0,18 persen terhadap dolar AS.[]

RupiahDolarAS

 

 

Baca Juga