Jumat, 19 Juli 2019 -

 

 

Sempat Terganggu, Pelayaran Antarpulau Perairan Laut NTT Kembali Normal

Nasional  -  Selasa, 14 Mei 2019, 09:17 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Kapal ferry melintas di perairan Selat Alas, Sumbawa Barat, NTB, Selasa (9/4/2019). Untuk mendukung pengembangan pariwisata khususnya di Pulau Sumbawa selain melalui Pelabuhan Poto Tano, Pemda setempat membuka pelayaran kapal cepat antar pulau melalui rute bolak-balik dari Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur menuju Labuhan Badas, Goa, Pulau Moyo, hingga Pulau Medang di Kabupaten Sumbawa.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/pd.

SOKSINEWS.COM, Pelayaran antarpulau yang sempat terganggu selama beberapa hari akibat cuaca ekstrem di perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mulai normal kembali, kata Manager Usaha PT ASDP Cabang Kupang Hermin Welkis.

"Mulai Senin (13/5), semua lintasan penyeberangan sudah mulai beroperasi kembali seperti biasa," kata dia di Kupang, Selasa (14/5), terkait dengan pelayaran antarpulau di provinsi berbasis kepulauan itu setelah siklon tropis Lili melanda wilayah itu.

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Kupang sebelumnya membatalkan pelayaran antarpulau ke sejumlah lintasan penyeberangan di NTT akibat cuaca di wilayah perairan laut tidak bersahabat.

Pembatalan penyeberangan kapal feri itu, untuk lintasan penyeberangan yang melewati perairan laut wilayah barat, yang dilaporkan sedang dilanda gelombang setinggi tujuh meter.

Walaupun demikian, seluruh nahkoda kapal yang bertugas tetap diminta untuk waspada, dan tidak memaksakan kehendak untuk terus berlayar jika kondisi wilayah perairan tidak memungkinkan.

"Kami tetap memberikan prioritas pada keselamatan pelayaran, karena cuaca di wilayah perairan laut masih berubah-ubah sesuai dengan laporan BMKG," katanya.

BMKG dalam peringatan dini yang diterima ANTARA menyebutkan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan NTT bagian selatan dan barat.

Menurut BMKG, potensi gelombang singgi dua meter berpotensi terjadi di Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, perairan laut selatan Kupang hingga Pulau Rote dan Laut Timor selatan NTT.

Gelombang setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan laut selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia selatan NTT.

Angin bertiup variabel dari timur-selatan dengan kecepatan 2-5 skala beaufort.[]

 

 

Baca Juga