Senin, 16 September 2019 -

 

 

Pleno Resmi Ditutup, KPU Sultra Minta Masyarakat Tempuh Jalur Resmi Terkait Sengketa Pemilu

Nasional  -  Selasa, 14 Mei 2019, 15:08 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Pimpinan dan Komisioner KPU Jawa Barat memimpin rapat pleno penetapan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Jawa Barat di Aula KPU Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Senin (13/5/18) malam. KPU Jawa Barat menetapkan pasangan calon presiden Prabowo-Sandiaga unggul atas pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan selisih 5 juta suara dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 79 persen se-Jawa Barat. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ama.

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjelaskan bahwa meskipun rapat pleno rekapitulasi perhitungan secara transparan, namun bila ada masyarakat yang tidak puas terkait hasil pemilu, maka masyarakat bisa menggugat dengan menggunakan jalur resmi.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir di Kendari, Selasa (14/5) mengatakan meskipun tahapan pelaksanaan Rapat Pleno tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar sejak 8-12 Mei 2019 resmi berakhir namun tidak tertutup kemungkinan ada saja masyarakat yang tidak puas maka diberi ruang untuk menggugatnya sesuai dengan prosedur yang ada.

"Yang pasti bahwa hasil rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara yang baru saja berakhir dua hari lalu itu, berlangsung sangat transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi," ujarnya.

Kata Ojo, panggilan akrab Ketua KPU Sultra itu, selama pelaksanaan Pemilihan Umum di Sulawesi Tenggara, baik pemilihan DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden seluruhnya berjalan dengan transparan, jujur, adil dan demokratis.

"Artinya seluruh rangkaian proses Pemilu di Sulawesi Tenggara yang berjalan selama ini, itu sudah berlangsung secara demokratis, dan juga dilaksanakan dengan jujur dan adil. Kalau ada hal-hal terkait dengan hasil ini yang belum memuaskan semua pihak, saya menghimbau untuk menggunakan saluran hukum yang ada,” tuturnya.

Ia juga mengimbau bahwa masyarakat yang komplain terkait pelaksanaan tahapan pemilu maka harus melalui jalur yang resmi seperti ke Badan Pengawas Pemilu (Bawalu).

Sementara jika ada temuan terkait pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu, maka masyarakat melaporkannya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Hasil rapat pleno untuk caleg DPR RI yang lolos yakni yakni Ridwan Bae (Golkar) dengan meraih suara 97.602 dengan suara parpol 203.794, Hugua (PDIP) dengan suara 70.741 dengan suara parpol 183.197, Rusda Mahmud (Partai Demokrat) dengan suara 97.806 dengan suara parpol 163.684, Fachri Pahlefi Konggoasa (PAN) perolehan suara 101.727 dengan suara Parpol 158.621, Imran (Gerindra) meraih suara 60.902 suara parpol 151.872 dan Tina Nur Alam (Nasdem) meraih suara 39.076 dengan suara parpol 95.522.

Sedangkan pleno caleg DPD RI Sultra peraih suara terbesar Ny.Andi Nirwana Tafdil dengan meraih sebesar 130.124 suara, urutan kedua Amirul Tamim meraih sebanyak 73.399 suara, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan sebanyak 62.052 suara dan urutan ke empat dr Dewa Putu Ardika Seputra sebanyak 52.480 suara.

 

 

Baca Juga