Jumat, 19 Juli 2019 -

 

 

DKP: Tingkat Kesejahteraan Nelayan Malut Semakin Membaik

Nasional  -  Kamis, 16 Mei 2019, 08:59 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Nelayan melelang ikan di pelabuhan Perikanan Samudera Koetaradja, Banda Aceh, Sabtu (11/5/2019). Harga penawaran ikan di daerah itu naik dari Rp200.000 menjadi Rp350.000 perkeranjang (30 kg) karena produksi ikan berkuarang sehubungan para nelayan belum seluruhnya melaut pasca libur perayaan meugang Ramadhan. ANTARA FOTO/Ampelsa/hp.

SOKSINEWS.COM, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara (Malut) menilai tingkat kesejahteraan nelayan di daerah ini semakin membaik, di antaranya ditandai dengan terus meningkatnya nilai tukar nelayan dari tahun ke tahun.

"Sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Malut, nilai tukar nelayan daerah ini tahun 2014 tercatat 100,3 sedangkan pada 2018 meningkat menjadi 107,3 dan diupayakan tahun-tahun berikutnya akan terus meningkat," kata Kepala DKP Malut Buyung Radjilun di Ternate, Kamis (16/5).

Dilansir Antara, semakin membaiknya kesejahteraan nelayan Malut itu memberi gambaran bahwa berbagai program yang dilaksanakan di sektor kelautan dan perikanan, terutama yang bersentuhan dengan nelayan yang dilaksanakan selama ini, baik oleh Pemprov Malut dan pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat cukup berhasil.

Menurut dia, program yang selama ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Malut di antaranya pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan pendaratan ikan dan cool storage serta pemberian bantuan sarana penangkapan ikan kepada nelayan.

Selain itu, memperkenalkan kegiatan budidaya perikanan kepada nelayan, seperti budidaya rumput laut dan udang vaname serta mendorong masuknya investor perikanan yang dalam aktivitas usahanya melibatkan nelayan, seperti yang dilakukan investor di Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupatn Pulau Morotai.

Pembentukan koperasi nelayan, asuransi nelayan dan sertifikasi tanah nelayan, menurut Buyung Radjilun, juga merupakan program yang memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan di provinsi yang sekitar 60 persen dari luas wilayahnya adalah perairan laut ini.

Untuk lebih meningkatkan kesejahteraan nelayan di Malut DKP mendorong para nelayan untuk lebih memprioritaskan kegiatan penangkapan ikan cakalang, tuna dan tongkol karena hasil jauh lebih menguntungkan jika hanya menangkap ikan dasar atau ikan palagis.

Ia menambahkan, perairan Malut yang merupakan jalur migrasi ikan dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia dan berada di kawasan segi tiga terumbu karang dunia menjadikan perairan Malut kaya dengan potensi ikan.

Sesuai hasil penelitian potensi ikan di Malut mencapai sekitar 1,3 juta ton dengan potensi lestari 500 ribu ton per tahun dan dari potensi lestari itu yang sudah digarap baru mencapai sekitar 50 persen.[]

Dinas KelautanMaluku Utara

 

 

Baca Juga