Jumat, 18 Oktober 2019 -

 

 

PUPR Berharap BP2JK Terus Tingkatkan Integritas Sektor Kontruksi Nasional

Ekonomi  -  Kamis, 11 Juli 2019, 11:04 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin. (Dokumentasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)

SOKSINEWS.COM, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin menginginkan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (P2JK) agar dapat terus meningkatkan integritas dan profesionalitas mereka dalam sektor konstruksi nasional.

"Terbentuknya Balai P2JK merupakan wajah Kementerian PUPR, karena itu integritas dan profesionalisme harus selalu menjadi dasar dalam melakukan dalam setiap tugas. Hal tersebut diharapkan akan menjadikan wajah Kementerian PUPR baik di hadapan masyarakat dan seluruh kepentingan," kata Syarif Burhanuddin dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Untuk itu, Syarif juga mengimbau kepada sebanyak 34 Balai P2JK agar saat melaksanakan tugas tidak hanya terbatas pada kegiatan proses pemilihannya saja, namun mampu menjadi pembina pemangku kepentingan dan pusat informasi pengadaan jasa konstruksi Kementerian PUPR.

Oleh karena itu, lanjut Dirjen Bina Konstruksi, sangat perlu keseragaman langkah agar pelaksanaan lelang mempunyai kualitas mutu yang baik.

Kementerian PUPR pada tahun anggaran 2019 mendapatkan paket pengadaan barang/jasa sebanyak kurang lebih 8.933 paket dengan total pagu sekitar Rp87 triliun. Sementara itu, sampai dengan saat ini paket yang telah diproses pengadaannya sebanyak kurang lebih 8.000 paket dengan total nilai sekitar Rp65 triliun.

Dengan paket sebanyak itu, Balai P2JK serta kelompok kerja, pada tahap proses pelelangan, harus efektif dan efisien mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan, serta dilakukan secara adil, tidak diskrimatif dan bersaing.

"Sesuai arahan Bapak Menteri PUPR bahwa Pokja juga harus kredibel atau profesional, dapat dipercaya, cepat dan jangan takut melangkah. Keberadaan Pokja Unit Layanan Pengadaan menjadi simpul penting untuk mencapai target pelelangan dini tahun 2019," ujarnya.

Menurut dia, dengan kelembagaan yang kuat dan bersinergi, serta di dukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, maka pengadaan barang/jasa akan berlangsung secara efektif, efisien dan akuntabel.[]

PUPRBP2JK

 

 

Baca Juga