Jumat, 19 Juli 2019 -

 

 

Pengamat: Posisi Bamsoet Jadi Ketum Golkar Semakin Menguat

Nasional  -  Jumat, 12 Juli 2019, 09:59 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Wakil Ketua Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Pengamat politik dari Universitas Jember, Muhammad Ikbal menilai posisi Wakil Ketua Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) semakin menguat dalam pencalonan Ketua Umum Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) 2019 nanti.

Iqbal mengungkapkan bahwa kuatnya posisi Bamsoet itu tak lebih disebabkan sikap otoriter Ketua Umum Golkar saat ini yaitu Airlangga Hartarto yang menonaktifkan beberapa pengurus DPD yang kabarnya mendukung pencalonan Bamsoet.

"Jika benar sikap Airlangga tersebut, maka memberikan dampak positif bagi Bamsoet untuk naik menjadi Golkar 1," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Selain itu, Ikbal menilai bahwa sikap Airlangga Hartarto itu karena ada ketakutan yang ia rasakan terhadap Bamsoet yang solid di akar rumput, DPD maupun senior Partai Golkar. "Bisa juga itu bentuk kekhawatiran Airlangga," ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokhim Abdussalam, mengatakan bahwa Golkar harus lebih progresif agar bisa tetap kuat bersaing dengan partai politik lain menghadapi Pemilu 2024.

Karenanya, Surokhim menyampaikan, dalam Munas mendatang diperlukan sosok kandidat Ketua Umum yang progresif. Menurut Surokim, sosok tersebut ada di dalam diri Bambang Soesatyo.

"Bamsoet punya keunggulan yakni lebih progresif dan bisa komunikasi dengan kader senior juga elite politik lain dan Presiden Jokowi," katanya.

Surokhim juga menuturkan bahwa nilai plus Bamsoet adalah karena dia sosok milenial dan energik, sehingga diprediksi bisa menyasar pemilih pemula yang jumlahnya cukup besar. "Ini modal besar Bamsoet," ungkapnya.

Diketahui, Bamsoet sudah santer terdengar untuk maju menjadi pesaing petahana Airlangga Hartarto dalam Munas Golkar. Namun hingga saat ini, Bamsoet belum juga melakukan deklarasi karena jadwal Munas belum juga ditentukan.

Sesuai rencana, Munas partai berlambang pohon beringin tersebut akan digelar pada Desember 2019 mendatang.

Soal dinamika yang terjadi akhir-akhir ini dalam kontestasi Golkar 1, Surokhim menyayangkan jika terjadi penonaktifan beberapa pengurus Golkar yang mendukung salah satu calon.

"Harusnya demokrasi dicontohkan oleh Golkar. Dengan tujuan agar Golkar kuat," ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Airlangga Hartarto diduga menonaktifkan sejumlah Ketua DPD Golkar, diantaranya Ketua DPD Kota Ambon, Kabupaten Tual, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Berdasarkan kabar yang beredar pemecatan atau penonaktifan itu dilakukan setelah mereka menyatakan mendukung Bamsoet untuk maju menjadi Calon Ketua Umum Golkar.[]

BamsoetGolkarMunas

 

 

Baca Juga