Minggu, 18 Agustus 2019 -

 

 

Dapat Restu Jokowi dan Habibie, Bamsoet Diyakini Mampu Buat Golkar Makin Kompak

Nasional  -  Rabu, 17 Juli 2019, 09:24 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo yang dilakukan secara tertutup di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019). Foto: ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Pertemuan antara Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (15/7) disambut baik sejumlah kader Partai Golkar

Dalam pertemuan itu, Jokowi menitip pesan khusus agar Bamsoet menjaga kekompakan Golkar, menjaga Golkar sebagai partai moderat yang menjadi perekat kekuatan-kekuatan politik di tanah air.

Ketua Bidang Kemaritiman DPP Golkar, Junaidi Elvis mengatakan pertemuan empat mata yang berlangsung kurang lebih dua jam itu menyiratkan bahwa Bamsoet dianggap memiliki kapasitas untuk memimpin Partai Golkar ke depan.

"Yang jelas beberapa waktu lalu Pak Airlangga Hartarto juga diterima (Jokowi), tapi singkat dan banyak orang. Kalau Bamsoet berbicara cuma berdua dan cukup lama. Bahasa politik itu kan bahasa yang tersirat," kata Elvis dipetik dari Akurat.co, Rabu (17/7/2019).

Terkait pesan Jokowi yang meminta Bamsoet menjaga kekompakan Golkar, Elvis optimistis, sosok yang kini menjabat Ketua DPR RI itu mampu merangkul semua faksi politik di Partai Golkar.

"Saya yakin semuanya akan dirangkul dan Golkar tambah kompak," ucap Elvis.

Masih di hari yang sama, Bamsoet juga bertemu dengan tokoh senior Golkar sekaligus Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Dalam pertemuan itu, Habibie memberikan restu kepada Bamsoet untuk maju dalam suksesi kepemimpinan dalam Musyawaran Nasional Partai Golkar.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Buru, Ramly Umasugi menilai pertemuan dan restu yang diberikan Habibie kepada Bamsoet merupakan sinyal positif bagi proses suksesi kepemimpinan di Partai Golkar.

"Saya melihat itu sebuah sinyal bahwa demokrasi itu harus tumbuh. Siapa pun harus diberi ruang untuk berkompetisi secara fair. Ini penting bagi Partai Golkar sebagai proses edukasi politik kepada masyarakat," kata Ramly.[]

Joko WidodoBJ HabibieGolkarBambang SoesatyoMunas

 

 

Baca Juga