Sabtu, 14 Desember 2019

 

 

Ekonomi

Darmin Nasution Pastikan Jasa Persewaan Pesawat Dapat Insentif Fiskal

Ahmad Fiqi Purba
Kamis, 18 Juli 2019 08:29 WIB

Darmin Nasution Pastikan Jasa Persewaan Pesawat Dapat Insentif Fiskal
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Humas Kemenko Perekonomian)

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan pemberian fasilitas insentif fiskal agar jasa persewaan pesawat udara tidak lagi membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

"Pemberian fasilitas itu, mereka tidak harus membayar PPN," kata Darmin di Jakarta, Rabu (17/7/2019) malam.

Darmin mengharapkan kebijakan pemberian insentif fiskal ini bisa memberikan dampak kepada tingkat efisiensi maskapai dan menurunkan harga tiket pesawat

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2019 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu serta Penyerahan dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai.

Dalam PP ini, pesawat udara dan suku cadangnya serta alat keselamatan penerbangan dan alat keselamatan manusia, peralatan untuk perbaikan dan pemeliharaan yang diimpor dan digunakan oleh badan usaha angkutan udara niaga nasional tidak dikenakan PPN.

Selain itu, pembebasan PPN juga diberikan untuk suku cadang pesawat udara serta peralatan untuk perbaikan dan pemeliharaan pesawat udara yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh badan usaha angkutan udara niaga nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan dan perbaikan pesawat udara kepada badan usaha angkutan udara niaga nasional.

Khusus pasal 4 dalam PP tersebut menyatakan jasa kena pajak dari luar daerah pabean terkait alat angkutan tertentu yang atas pemanfaatannya tidak dipungut PPN, meliputi jasa persewaan pesawat udara yang dimanfaatkan oleh badan usaha angkutan udara niaga nasional.

Pemberian insentif fiskal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan harga tiket pesawat terbang yang sejak Oktober 2018 mengalami kenaikan tinggi dan telah menurunkan jumlah penumpang angkutan udara.

Pemerintah juga memastikan sebanyak 208 rute penerbangan dari maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) domestik mengalami penurunan harga hingga 50 persen dari tarif batas atas yang berlaku mulai Kamis (11/7) Pukul 00.00.

Kebijakan ini diterapkan untuk 30 persen dari jumlah kursi dalam satu penerbangan, pada rute yang mendapatkan penurunan harga pada Selasa, Kamis dan Sabtu, di jam keberangkatan antara 10.00-14.00 waktu setempat.[]

Berita Lainnya

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, 9 Rumah Hanyut Tersapu Air

SOKSINEWS.COM, Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 9 rumah hanyut, sejumlah jembatan ambruk . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Presdir BCA: Kepercayaan Masyarakat Berawal Dari Perusahaan Solid

SOKSINEWS.COM, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, di tengah perkembangan teknologi . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Resmikan Tol Layang Japek, Jokowi Harap Kemacetan Berkurang 30 Persen

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Jokowi berharap kemacetan berkurang . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Menabung di Bank Sudah Biasa, Nih Cobain Alternatif Lainnya

SOKSINEWS.COM, Saat kita menyimpan uang, jangan berpikir bahwa dengan menyimpan uang di bank menjadi jalan kamu untuk mencapai . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Jangan Coba-coba Beli Mobil Mewah Pakai KTP Orang Lain!

SOKSINEWS.COM, Akhir-akhir ini mulai terbongkar modus pemilik mobil mewah memalsukan identitas agar tak kena pajak progresif. . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019