Selasa, 12 November 2019

 

 

Ekonomi UMKM

Pemerintah Terus Dorong UKM Bisa Tembus Pasar Global

Kaslan
Selasa, 23 Juli 2019 16:22 WIB

Pemerintah Terus Dorong UKM Bisa Tembus Pasar Global
Ilustrasi. Deretan sepatu di sentra sepatu Cibaduyut Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/Agus Bebeng)

SOKSINEWS.COM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan pemerintah terus mendorong produk usaha kecil dan menengah (UKM) bisa menembus pasar global.

"Kita terus membina UKM-UKM yang kita anggap punya kapasitas untuk menjadi industri. Selama ini hanya proses kreatif saja, tapi enggak menuju ke industri," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin dalam diskusi di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Rudy mengatakan kehadiran Alibaba dan Amazon dalam penetrasi produk global harus dimanfaatkan dalam mengenalkan produk dalam negeri ke pasar internasional.

"Indonesia pernah ikut serta dalam momen hari belanja online 11-11 pada 2018 lalu. Hanya lima produk Indonesia seperti Luwak Drip dari Kopi Kapal Api, biskuit Richeese Nabati, Papatonk Premium Shrimp Crackers, Yang TyTy Sarang Burung Walet, dan Indomie dari PT Indofood, yang bisa tembus di Alibaba.Presiden minta lima produk. Dalam seleksi hanya lima itu, karena debitnya harus satu juta item. Akhirnya ada lima brand," kata dia.

Namun, dari lima produk yang dipasarkan, hasilnya pun kurang memuaskan. Dari perputaran uang yang mencapai Rp466 triliun dalam Single Day Alibaba, Indonesia hanya bisa mendapat Rp122 miliar.

"Memang tahun lalu itu salah satu kendalanya, persiapan kita yang sangat singkat, sehingga transaksi kita hanya 0,02 persen dari Single Day," kata dia.

Ia mengaku bahwa UKM-UKM yang ada saat ini memang belum diberdayakan secara maksimal. Ke depan pemerintah akan membuat klaster agar pembinaan UKM dapat lebih fokus dan efisien.

Salah satu contoh yang bisa saja dibuat klaster seperti sentra sepatu di Cibaduyut, Kota Bandung, Jawa Barat. Kawasan tersebut merupakan tempat industri sepatu di Indonesia.

Rencananya, industri sepatu yang ada di wilayah tersebut akan dibuat dalam satu brand besar. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan kualitas dan bisa masuk dalam pasar internasional.

"Kita tinggal ambil misalnya Brodo. Oke ini satu klaster kita labelkan Brodo, mereka dengan label Brodo akan naik penjualannya. Kita desain sedemikian rupa, sehingga kualitas mereka sama dengan Brodo yang dibikin sekarang," kata dia.    

Berita Lainnya

Mendag Minta Pengusaha Ritel Inovatif Seiring Perkembangan Teknologi

SOKSINEWS.COM, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto meminta para pengusaha ritel untuk inovatif seiring dengan perkembangan . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Stok Bulog di NTT Capai 35.000 Ton

SOKSINEWS.COM, Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat hingga saat ini stok beras yang di sejumlah . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

BI: Nilai Ekonomi Syariah Indonesia Capai 80 Persen Dari PDB

SOKSINEWS.COM, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan nilai ekonomi Indonesia yang terkait dengan prinsip . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Dahana Akan Bangun Pabrik Bahan Peledak Di Timor Leste

SOKSINEWS.COM, PT Dahana (Persero) akan membangun pabrik penghasil bahan peledak di Timor Leste pada tahun 2020 mendatang. Presiden . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Bank Kalsel Cabang Kotabaru Diharapkan Tingkatkan Kinerja

SOKSINEWS.COM, Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan yang juga membidangi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019