Rabu, 11 Desember 2019

 

 

Nasional Daerah

PVMBG: Gunung Tangkuban Perahu Masih Potensi Erupsi

Ahmad Fiqi Purba
Sabtu, 27 Juli 2019 10:22 WIB

PVMBG: Gunung Tangkuban Perahu Masih Potensi Erupsi
Potongan video erupsi freatik Gunung Tangkuban Perahu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/7/2019). Gunung Tangkuban Perahu yang berada pada level normal mengalami erupsi dengan mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 200 meter di atas puncak. ANTARA FOTO/Dok PVMBG/wpa

SOKSINEWS.COM, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan berdasarkan analisis, Gunung Tangkuban Perahu masih berpotensi terjadi erupsi dengan masih terekamnya tremor berkelanjutan.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy K Syahbana menjelaskan bahwa erupsi pada Jumat (26/7) disebabkan uap magma yang berinteraksi dengan sistem hidrotermal Gunung Tangkuban Perahu. Kemudian, ada perubahan di bawah permukaan sehingga terjadi erupsi.

"Kondisi ini bisa terjadi di beberapa gunung bukan hanya di Tangkuban Perahu, tapi di Papandayan, Dieng juga sama, dan ini biasanya tidak diawali dengan tanda jelas, dia bisa terjadi kapanpun. Jadi erupsi bisa terjadi kapan saja," kata Devy di Ruang Monitoring PVMBG Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (27/7).

Namun, menurut dia, berdasarkan peristiwa erupsi yang terjadi, ancaman hanya di wilayah sekitar kawah saja, untuk diluar kawah tidak akan terlalu berbahaya.

"Kalau di luar kawah ini tidak akan terlalu bahaya, minimal menyiapkan masker," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gede Suantika mengatakan erupsi Tangkuban Parahu tidak akan berdampak pada pergerakan Sesar Lembang.

Menurut dia, pergerakan Sesar Lembang mungkin bisa terjadi ketika erupsi yang terjadi sangat besar hingga mengeluarkan magma.

"Erupsi sekarang kecil sekali jika ingin dikaitkan dengan Sesar Lembang. Pergerakan Sesar Lembang bisa saja terjadi kalau erupsi magmatik," kata Gede.

Atas kejadin ini, PVMBG pun telah memberikan rekomendasi kepada pengelola tempat wisata agar tidak memberikan izin kepada masyarakat untuk berada di sekitar kawasan khususnya kawah ratu dan kawah upas dengan radius 500 meter.

Pedagang, wisatawan, dan pendaki pun tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

"Diminta masyarakat sekitar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas vulkanik dan diimbau tidak berlama-lama berada di bibir kawah," kata Gede.

Berita Lainnya

Jokowi: Ini Tolong Jadi Catatan

SOKSINEWS.COM, Pemerintah melalui APBN 2020 telah mengalokasikan anggaran bagi dana desa yang cukup besar. Pada tahun 2020 mendatang, . . .

Nasional Rabu, 11 Desember 2019

Ketua MPR Dorong Pemerintah Akselerasi Pembangunan SDM

SOKSINEWS.COM,  Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah untuk segera mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia . . .

Nasional Rabu, 11 Desember 2019

AHY Umumkan Taruna Terbaik PD Bak Miss Universe: Bukan Kayak Pilpres

SOKSINEWS.COM, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengumumkan wisudawan terbaik dari Taruna Akademi . . .

Nasional Rabu, 11 Desember 2019

Dilempar Molotov Orang Misterius, Kaca Rumah Warga di Sleman Pecah

SOKSINEWS.COM, Orang tak dikenal melempar molotov ke rumah Ngadilah, warga Kecamatan Gamping, Sleman, pagi dini hari tadi. Akibatnya, . . .

Nasional Rabu, 11 Desember 2019

Cerita Khofifah Pernah Bilang ke Rommy Soal, Jangan Sampai Keanginan

SOKSINEWS.COM,  Khofifah Indar Parawansa mengakui pernah berkomunikasi dengan Romahurmuziy alias Rommy perihal jabatan Kepala . . .

Nasional Rabu, 11 Desember 2019