Sabtu, 18 Januari 2020

 

 

Soksi Daerah

Papua Nugini Minta Pasokan 100 Ton Kelor Per Bulan Dari NTT

Kaslan
Senin, 29 Juli 2019 11:33 WIB

 Papua Nugini Minta Pasokan 100 Ton Kelor Per Bulan Dari NTT
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kedua kanan) meninjau produksi tepung kelor yang dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka. (Antara foto/Dok. Dinas PMD Provinsi NTT)

SOKSINEWS.COM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Sinun Petrus Manuk mengemukakan perusahaan dari Papua Nugini meminta pasokan tepung kelor sebanyak 100 ton per bulan yang diproduksi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) di Desa Kufeu, Kabupaten Malaka.

"Permintaan pasokan kelor dari Papua Nugini ini sudah disampaikan langsung ke jaringan mereka di Kufeu dan kami sudah berkoordinasi untuk itu, jumlahnya sekitar 100 ton per bulan," katanya kepada Antara di Kupang, NTT, Senin (29/7/2019).

Ia mengatakan pengolahan tanaman kelor yang dilakukan BUMDes di Desa Kufeu dengan menghasilkan produk utama berupa tepung kelor memiliki pasar yang semakin terbuka dengan adanya permintaan ekspor dari beberapa negara.

Selain Papua Nugini, kata dia, permintaan ekspor juga datang dari Jepang yang menginginkan pasokan mencapai 40 ton per minggu dan juga dari daerah lain di dalam negeri.

Namun, lanjut Sinun Petrus, produksi tepung kelor dari BUMDes relatif masih kecil dengan fasilitas yang terbatas.  BUMDes tersebut hanya berupa satu rumah pengering dan satu unit mesin produksi dengan kapasitas produksi 10 kilogram per jam.

"Karena itu belum lama ini ditambah lagi satu mesin dengan kapasitas yang sama. Selain itu Pak Gubernur (Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat) juga sudah menjanjikan akan membantu 10 unit mesin dengan kapasitas yang lebih besar," katanya.

Selain itu, kata Sinun Petrus, saat ini rumah pengering juga sedang dibangun pada beberapa desa penyangga yang sudah dibentuk di Kecamatan Io Kufeu menggunakan alokasi dana desa sekitar Rp160 juta per unit.

Petrus Manuk mengatakan selain penguatan fasilitas produksi, pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mendorong perluasan lahan budi daya tanaman kelor di Kecamatan Io Kufeu.

Saat ini, lanjutnya, tanaman kelor sudah dikembangkan pada lahan seluas 80 hektare dan akan bertambah lagi karena dikembangkan lagi pada sekitar lima desa di daerah itu masing-masing 20 hektare.

"Kondisi alam di sana memang sangat mendukung, cuacanya, kondisi tanahnya, sangat cocok untuk hasilkan kelor organik, sehingga ini kami lebih fokus lagi. Apalagi permintaan pasar sudah jelas," kata Sinun Petrus.    

Berita Lainnya

BPS: Indeks Demokrasi Maluku Tahun 2018 Alami Penurunan

SOKSINEWS.COM,  Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku mencatat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Maluku Tahun 2018 mengalami . . .

Soksi Daerah Jumat, 02 Agustus 2019

BMKG: Asap Karthula Selimuti Tiga Daerah Di Riau

SOKSINEWS.COM, Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan meliputi Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Dumai, dan Kota Pekanbaru di . . .

Soksi Daerah Jumat, 02 Agustus 2019

Peringati HUT RI Ke-74, Imigrasi Palembang Gelar Layanan Paspor Simpatik

SOKSINEWS.COM, Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), dalam rangka memperingati . . .

Soksi Daerah Jumat, 02 Agustus 2019

Bupati Aceh Barat Pimpin Pemadaman Karhutlan

SOKSINEWS.COM, Bupati Aceh Barat H Ramli MS memimpin langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi . . .

Soksi Daerah Kamis, 01 Agustus 2019

Anggaran Pemeliharaan Taman di Surabaya Capai 10 Miliar

SOKSINEWS.COM, Biaya perawatan ruang terbuka hijau di Kota Surabaya, Jawa Timur, yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja . . .

Soksi Daerah Kamis, 01 Agustus 2019