Minggu, 20 September 2020

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Petani Tembakau Temanggung Dukung Transaksi Secara Tunai

Ahmad Fiqi Purba
Selasa, 30 Juli 2019 08:58 WIB

Petani Tembakau Temanggung Dukung Transaksi Secara Tunai
Petani memeriksa tanaman tembakau siap panen di Kelurahan Barurambat Timur, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (26/7/2019). Pemkab setempat menetapkan Break Even Point (BEP) tembakau Pamekasan naik dari tahun 2018 yang dipatok Rp39.931 menjadi Rp42.600 per kg. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/ama.

SOKSINEWS.COM, Kalangan petani tembakau mendukung pernyataan Bupati Temanggung M Al Khadiq yang meminta semua pelaku pertembakauan, terutama pedagang atau tengkulak hingga pabrikan membeli tembakau petani secara kontan atau tunai.

"Pembelian secara kontan menguntungkan petani, karena selama ini petani merasa dibodohi dalam penjualan tembakau. Pembelian yang dilakukan hanya dengan menjanjikan harga, tidak langsung menerima uang," kata Petani warga Kledung Dwi Susilo di Temanggung, Selasa (30/7/2019).

Susilo mengaku sebelumnya, para Petani selalu merasa dirugikan.

"Sistem pembelian seperti ini sudah lama dipraktikkan oleh pedagang dan tengkulak tembakau di Temanggung. Petani selalu dirugikan dengan sistem ini, karena harga masih bisa berubah, kadang tanpa alasan yang jelas mereka mengurangi harga dari harga kesepakatan awal," katanya.

Selain harga dikurangi, katanya, berat tembakau juga dipotong. Sistem jual beli seperti ini, petani tidak pernah diuntungkan, apalagi jika sudah mendekati akhir panen tengkulak tembakau semaunya sendiri menentukan harga tembakau.

Padahal, katanya, di akhir panen ini justru kualitas tembakau semakin bagus, namun dengan berbagai macam alasan tengkulak berusaha menurunkan harga pembelian serendah-rendahnya.

"Setiap panen tembakau seperti ini, alasannya pabrik tidak mau membeli tembakau lagi, maka harganya selalu murah," katanya.

Petani lainnya Isnaeni mengatakan tata niaga tembakau memang perlu diubah, sistem yang ada saat ini merugikan petani.

"Bagaimana tidak, mulai dari ongkos transportasi dari gudang milik tengkulak hingga biaya angkut di gudang dan biaya 'tumplek' tembakau semua di tanggung oleh petani, belum lagi masih ditambah dengan potongan berat tembakau, kondisi seperti ini sudah terjadi bertahun-tahun," katanya.

Ia menuturkan petani mendukung pernyataan bupati, mudah-mudahan imbauan bupati itu bisa diaplikasikan oleh semua pelaku tembakau dari pedagang, tengkulak hingga pabrikan sehingga sama-sama diuntungkan.

Selain itu petani juga berharap, pada panen raya tembakau tahun ini pabrikan bisa membeli langsung tembakau dari petani sehingga mata rantai perdagangan tembakau bisa lebih pendek.[]
 

Berita Lainnya

Kabar Gembira, Perekonomian Indonesia Mulai Merangkak Naik

SOKSINEWS.COM, Sektor industri manufaktur di Indonesia menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19. . . .

Ekonomi Rabu, 02 September 2020

Ternyata Ini Penyebab Pertamina Merugi Rp 11 Triliun

SOKSINEWS.COM, Terdapat tiga faktor penyebab Pertamina merugi hingga Rp11,13 triliun pada semester I-2020. Salah satunya karena . . .

Ekonomi Selasa, 01 September 2020

Gubernur BI Beberkan 3 Cara Majukan UMKM di Era Digital

SOKSINEWS.COM, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan tiga cara memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai . . .

Ekonomi Jumat, 28 Agustus 2020

Kemenperin Dorong Pembangunan Pabrik Gula Terintegrasi Lahan Tebu

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perindustrian terus mendorong pembangunan pabrik gula baru yang terintegrasi lahan tebu. Pabrik baru . . .

Ekonomi Kamis, 27 Agustus 2020

Pembangunan Infrastruktur Jadi Strategi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Nasional

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi . . .

Ekonomi Selasa, 25 Agustus 2020