Jumat, 21 Februari 2020

 

 

Nasional Humaniora

JK: Transmigrasi Harus Bisa Ciptakan Keadilan Dan Kesejateraan

Abu
Kamis, 01 Agustus 2019 12:22 WIB

JK: Transmigrasi Harus Bisa Ciptakan Keadilan Dan Kesejateraan
Wakil Presiden Jusuf Kalla

SOKSINEWS.COM, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan program transmigrasi harus dapat mewujudkan keadilan kesejahteraan bagi pendatang maupun warga lokal yang didatangi sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial di antara masyarakat.

"Transmigrasi pada dasarnya ialah untuk memberikan kesejahteraan yang datang dan menambah kesejahteraan yang didatangi, baru itu bisa ada keseimbangan," ujar Wapres saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi di Jakarta, Kamis.

Kalau yang didatangi tidak sejahtera, kemudian yang datang juga tidak sejahtera, kata Wapres, maka manfaat transmigrasi tentu tidak maksimal.

Di beberapa daerah tujuan transmigran terdapat konflik antarmasyarakat yang disebabkan oadanya kesenjangan sosial. Biasanya masalah itu muncul karena warga pendatang dianggap lebih sejahtera dibandingkan warga lokal.

"Timbul kesenjangan antara yang datang dengan yang didatangi, yang datang dapat lahan dua hektare  sementara yang didatangi tidak punya lahan. Maka, timbullah transmigrasi lokal untuk menyeimbangkan antara yang datang dan yang didatangi," katanya.

Karena itu, program transmigrasi saat ini harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman. "Transmigrasi di tahun 1950-an tentu berbeda dengan masa kini dimana kepadatan semakin tinggi di Pulau Jawa," katanya.

Awalnya, transmigrasi memang bertujuan untuk mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa yang pada tahun 1950-an sekitar 50 juta orang.

Kini kondisi di Pulau Jawa sudah berubah, kata JK, dengan jumlah penduduk mencapai 160 juta orang serta terdapat berbagai aktivitas industri yang memerlukan tenaga kerja.

Dulu sebagian besar di Jawa adalah daerah pertanian, agraris, "Sekarang sudah menjadi daerah industri yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Sehingga kepadatan itu dapat diatasi dengan kegiatan ekonomi yang lebih mengharapkan labour intensive," ujarnya.

Dalam rakornas tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan program perpindahan penduduk telah mencapai di kawasan 619 kawasan dan 48 kawasan program revitalisasi.

"Program tersebut telah mengelola 4,2 juta transmigran termasuk 1,7 tenaga kerja yang tinggal di kawasan seluas 4,4 juta hektare," kata Eko.[]

Berita Lainnya

Rektor Unja Sosialisasikan Kampus Merdeka Dan Merdeka Belajar

SOKSINEWS.COM, Rektor Universitas Jambi Prof. Drs. H. Sutrisno menyosialisasikan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020

Menlu Retno Ajak ASEAN, China Perkuat Mekasnisme Hadapi Wabah Covid-19

SOKSINEWS.COM, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan pentingnya kerja sama antara negara-negara anggota ASEAN dan China . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020

Presiden Ingin Peringkat EODB Indonesia Masuk 40 Besar Dunia

SOKSINEWS.COM, Presiden RI Joko Widodo menginginkan peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB) di Indonesia . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020

Nelayan Mataram Tidak Melaut Karena Gelombang Tinggi

SOKSINEWS.COM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, akibat gelombang tinggi . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen

SOKSINEWS.COM, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi . . .

Nasional Kamis, 20 Februari 2020