Sabtu, 18 Januari 2020

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Wapres JK Targetkan Perundingan Perdagangan Bebas Selesai Akhir Tahun

Kaslan
Rabu, 07 Agustus 2019 13:13 WIB

Wapres JK Targetkan Perundingan Perdagangan Bebas Selesai Akhir Tahun
Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi pembicara kunci dalam Seminar Market Outlook Bank Mandiri, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (7/8/2019). (ANTARA/Fransiska Ninditya)

SOKSINEWS.COM,Wakil Presiden Jusuf Kalla menargetkan perundingan kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara dan kawasan yang memiliki kemungkinan pasar besar akan dicapai kesepakatan pada akhir tahun.

Menurut Wapres kerja sama perdagangan bebas tersebut akan mendorong industri di Indonesia untuk meningkatkan produksi dan mengeskpornya ke negara dan kawasan tujuan.

"Saya kasih target semua, Menteri Perdagangan dan menteri lain, untuk mempercepat perundingan. Akhir tahun ini selesai perundingan dari lima kelompok untuk mencapai suatu perdagangan yang bebas, agar negara kita mempunyai pasar yang kuat," kata Wapres JK, saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Market Outlook Bank Mandiri, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Setelah mencapai kesepakatan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia, melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada Maret lalu, masih ada tiga perundingan yang bisa diselesaikan segera hingga akhir tahun 2019.

Wapres mengatakan ada pembicaraan lanjutan dengan beberapa negara mitra dan negara kawasan, antara lain Generalized System of Preferences (GSP) dengan Amerika Serikat, European Union-Indonesia Free Trade Agreement (EUIFTA), perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Korea Selatan, Jepang, China dan ASEAN.

"Kita baru selesai dengan Australia, sekarang kita berbicara secara bersamaan dengan tiga mitra. Kita berbicara GSP dengan Amerika Serikat, kemudian melanjutkan pembicaraan FTA dengan UE, kita juga bicara dengan Korea Selatan dan sebagainya. ASEAN kita selesaikan juga," ujarnya lagi.

Dengan perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan negara asing dan kawasan global, secara tidak langsung investasi dan ekspor produk dalam negeri akan meningkat, lanjut JK. Selanjutnya, semua itu akan berdampak pada penyediaan lapangan kerja dan pengurangan tingkat kemiskinan bagi masyarakat.[]

Berita Lainnya

Sri Mulyani Sebut Devisit APBD 2019 RP353 Triliun

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari . . .

Ekonomi Selasa, 07 Januari 2020

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, 9 Rumah Hanyut Tersapu Air

SOKSINEWS.COM, Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 9 rumah hanyut, sejumlah jembatan ambruk . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Presdir BCA: Kepercayaan Masyarakat Berawal Dari Perusahaan Solid

SOKSINEWS.COM, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menegaskan, di tengah perkembangan teknologi . . .

Ekonomi Jumat, 13 Desember 2019

Resmikan Tol Layang Japek, Jokowi Harap Kemacetan Berkurang 30 Persen

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II). Jokowi berharap kemacetan berkurang . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Menabung di Bank Sudah Biasa, Nih Cobain Alternatif Lainnya

SOKSINEWS.COM, Saat kita menyimpan uang, jangan berpikir bahwa dengan menyimpan uang di bank menjadi jalan kamu untuk mencapai . . .

Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019