Selasa, 20 Agustus 2019 -

 

 

Pemerintah Bahas Persiapan Dubai Expo 2020

Ekonomi  -  Selasa, 13 Agustus 2019, 14:30 WIB
Penulis. Abu

Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla

SOKSINEWS.COM, Pemerintah membahas persiapan Dubai Expo 2020 dengan menekankan posisi Paviliun Indonesia untuk meningkatkan kemitraan.

"Dubai Expo ini adalah event ketiga terbesar setelah Piala Dunia dan Olimpiade. Jadi, merupakan ajang expo penemuan teknologi dan inovasi industri, yang diikuti kurang lebih 190 negara," kata Presiden Joko Widodo.

Menurut Presiden, peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama untuk sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi global, khususnya pasar kawasan Timur Tengah.

Guna meraih peluang itu, Presiden mengingatkan keikutsertaan Indonesia harus disiapkan dengan matang.

"Harus detail. Desain venue, lokasi, paviliun betul-betul harus menampilkan wajah Indonesia sebagai sebuah negara besar," ujar Jokowi.

Presiden menjelaskan pemilihan lokasi paviliun Indonesia juga harus tepat dan strategis. Hal itu berguna untuk membangun kepercayaan, dan nilai baik dari calon mitra.

Sebelumnya, menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda di Jakarta, Kamis (1/8), anjungan Indonesia akan mengusung subtema 'opportunity' dari tema besar 'Connecting Mind Creating the Future'.

World Expo 2020 Dubai di Uni Emirat Arab diproyeksikan akan dihadiri oleh 25 juta orang selama digelar pada 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021.

Adapun Paviliun Indonesia akan mulai dibangun saat peletakan batu pertama pada 9 September 2019 hingga April 2020.

Sejumlah pejabat yang menghadiri rapat tersebut antara lain Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.[]

DubaiTimur TengahMenko Bidang PolitikJokowi

 

 

Baca Juga