Minggu, 08 Desember 2019

 

 

Nasional Daerah

Distan: Kasus Cacing Hati Hewan Kurban Dimataram Meningkat

Ahmad Fiqi Purba
Selasa, 13 Agustus 2019 16:40 WIB

Distan: Kasus Cacing Hati Hewan Kurban Dimataram Meningkat
Petugas saat memilah hewan kurban yang telah dipotong di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA News/Nirkomala)

SOKSINEWS.COM, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram  Mutawalli mengatakan, jumlah kasus cacing hati pada hewan kurban jenis sapi di Mataram pada Idul Adha 1440 Hijriah meningkat dibandingkan perayaan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah.

"Tahun lalu, jumlah kasus cacing hati yang ditemukan tim tidak sampai 10 ekor. Tapi pada tahun ini ditemukan sebanyak 12 kasus, itupun hasil laporan sampai H+2 Idul Adha," katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (13/8/2019).

Mutawalli merincikan, pada hari Minggu (11/8) jumlah hewan kurban yang terjangkit cacing hati sebanyak empat ekor ditemukan di Kekalik Jaya, Jempong Baru, dan dua ekor di Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela.

Sementara pada pemotongan H+2 Hari Raya Idul Adha, ditemukan delapan ekor yang terjangkit penyakit cacing hati, salah satunya di Kecamatan Cakranegara.

"Hati sapi yang terinfeksi cacing hati semuanya sudah dimusnahkan dengan cara dibakar oleh petugas untuk mengantisipasi agar tidak dikonsumsi masyarakat," katanya.

Dikatakan, meningkatnya temuan cacing hati ini dipengaruhi oleh makanan, karena banyak sapi yang ada digembalakan dengan cara bebas. "Artinya, dibiarkan di padang rumput dan makan dengan bebas," katanya.

Padahal, untuk menjaga kualitas daging sapi, rumput yang diberikan harus dicuci terlebih dahulu seperti halnya para peternak sapi yang menggunakan pola pemeliharaan kandang.

"Sebelum rumput diberikan ke sapi, rumput perlu dicuci dulu dan dicampur dengan dedak atau lainnya. Bila perlu, diperiksa dulu agar pakan benar-benar bersih," katanya.

Menurut dia, hewan kurban yang dipotong di Kota Mataram lebih banyak didatangkan dari luar Kota Mataram seperti Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

"Jadi kita tidak mengetahui sistem pemeliharaan yang diterapkan oleh peternak. Khusus untuk di Kota Mataram terdapat sekitar 2.000 ekor sapi. Namun, kita membatasi pemotongan khusus ternak yang ada di kota," katanya.

Hal ini dilakukan, tambah Mutawalli, untuk menjaga populasi ternak di Kota Mataram sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Mataram setiap tahun sebayak 1.000 ekor sapi pertahun dan 3.000 ekor kambing.[]
 

Berita Lainnya

Sumber Masalah yang Menggerogoti PT PANN

SOKSINEWS.COM,  PT PANN tengah menjadi sorotan. Namanya tak pernah terdengar bertahun-tahun, tapi tiba-tiba diusulkan mendapatkan . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019

Wapres Ma'ruf Amin Mengkritik Luhut, Jangan Gunakan Kantor Kementerian Untuk Bahas Urusan Parpol

SOKSINEWS.COM, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengkritik penggunaan kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaaritiman dan Investasi . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019

Bertemu Mahfud MD, Menteri BUMN Bahas Radikalisme

SOKSINEWS.COM, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD membahas tentang ancaman . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019

Realisasi Inflasi Sulbar 1,20 Persen

SOKSINEWS.COM, Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Enny Anggraeni Anwar mengatakan realisasi inflasi tercatat 1,20 persen di . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019

Wamenkeu: Bonus Demografi Solusi Atasi Jebakan Pendapatan Menengah

SOKSINEWS.COM, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bonus demografi Indonesia merupakan potensi besar sebagai salah . . .

Nasional Kamis, 05 Desember 2019