Senin, 03 Agustus 2020

 

 

Nasional Daerah

Konflik Kekerasan Di Nduga Akibatkan 184 Korban Kemanusiaan

Kaslan
Rabu, 14 Agustus 2019 15:58 WIB

Konflik Kekerasan Di Nduga Akibatkan 184 Korban Kemanusiaan
Ilustrasi Keadaan Nduga

SOKSINEWS.COM, Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga, Papua, telah merampungkan verifikasi korban meninggal pasca operasi keamanan di Nduga dan melaporkan bahwa konflik dan kekerasan di wilayah tersebut mengakibatkan 184 orang korban kemanusiaan.

Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga telah menuliskan temuan detail terkait korban meninggal dan pengungsi Nduga dalam sebuah laporan yang disampaikan dalam konferensi pers di kantor Yayasan Amnesty Internasional di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Berdasarkan laporan tersebut, sejak Desember 2018 hingga Juli 2019, tim tersebut berhasil mengkonfirmasi setidaknya 184 korban meninggal di Nduga.

Selain menyebutkan tentang jumlah korban kemanusiaan, tim kemanusiaan Kabupaten Nduga yang dibentuk oleh pemerintah daerah Nduga juga menyampaikan mengenai kondisi memprihatinkan warga Nduga yang sekarang menjadi pengungsi di kabupaten tersebut.

"Korban terus bertambah dan pengungsi banyak yang meninggal. Mereka meninggal karena sakit, karena hidup lama di hutan. Ada juga yang melahirkan lalu meninggal. Ada juga yang meninggal akibat kedinginan," ungkap Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua.

Theo mengatakan bahwa kondisi memprihatinkan yang dialami warga Nduga adalah akibat dari konflik berkepanjangan antara aparat keamanan dan anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Tidak ada pertolongan medis di pengungsian. Ini dampak dari kekerasan yang terjadi sejak operasi keamanan. Ada tiga aktor dalam hal ini, yaitu masyarakat sipil, TNI/Polri, dan OPM," ujar dia.

Theo menyebutkan bahwa dari total 184 orang korban kemanusiaan konflik Nduga itu, terdapat 21 perempuan dewasa meninggal, 69 laki-laki dewasa meninggal, 21 anak perempuan meninggal, 20 anak laki-laki meninggal, 14 balita perempuan meninggal, 12 balita laki-laki meninggal, delapan bayi laki-laki meninggal, 17 bayi perempuan meninggal.

Berita Lainnya

Kader SOKSI Diminta Aktif Kampanyekan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

SOKSINEWS.COM, Dalam mendukung upaya pencegahan penularan COVID-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Wagub DKI Yakin Kehadiran SOKSI Akan Terus Membawa Manfaat bagi Masyarakat

SOKSINEWS.COM, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria hadiri tasyakuran Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Kurban Idul Adha, Bentuk Rasa Syukur SOKSI Atas Suksesnya Munas XI

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI), menggelar tasyakuran atas . . .

Nasional Jumat, 31 Juli 2020

Ketum DEPINAS SOKSI Ahmadi Noor Supit Komitmen Menangkan Golkar di Pemilu 2024

SOKSINEWS.COM, Ahmadi Noor Supit terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia . . .

Nasional Rabu, 29 Juli 2020

Bupati Bogor Kecam Pemuda Yang Pukul Petugas PSBB

SOKSINEWS.COM, Bupati Bogor Ade Yasin mengecam perilaku pemuda berinisial MS (22) pengendara motor yang memukul petugas Pembatasan . . .

Nasional Minggu, 10 Mei 2020