Selasa, 21 Januari 2020

 

 

Nasional Daerah

Konflik Kekerasan Di Nduga Akibatkan 184 Korban Kemanusiaan

Kaslan
Rabu, 14 Agustus 2019 15:58 WIB

Konflik Kekerasan Di Nduga Akibatkan 184 Korban Kemanusiaan
Ilustrasi Keadaan Nduga

SOKSINEWS.COM, Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga, Papua, telah merampungkan verifikasi korban meninggal pasca operasi keamanan di Nduga dan melaporkan bahwa konflik dan kekerasan di wilayah tersebut mengakibatkan 184 orang korban kemanusiaan.

Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga telah menuliskan temuan detail terkait korban meninggal dan pengungsi Nduga dalam sebuah laporan yang disampaikan dalam konferensi pers di kantor Yayasan Amnesty Internasional di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Berdasarkan laporan tersebut, sejak Desember 2018 hingga Juli 2019, tim tersebut berhasil mengkonfirmasi setidaknya 184 korban meninggal di Nduga.

Selain menyebutkan tentang jumlah korban kemanusiaan, tim kemanusiaan Kabupaten Nduga yang dibentuk oleh pemerintah daerah Nduga juga menyampaikan mengenai kondisi memprihatinkan warga Nduga yang sekarang menjadi pengungsi di kabupaten tersebut.

"Korban terus bertambah dan pengungsi banyak yang meninggal. Mereka meninggal karena sakit, karena hidup lama di hutan. Ada juga yang melahirkan lalu meninggal. Ada juga yang meninggal akibat kedinginan," ungkap Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua.

Theo mengatakan bahwa kondisi memprihatinkan yang dialami warga Nduga adalah akibat dari konflik berkepanjangan antara aparat keamanan dan anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Tidak ada pertolongan medis di pengungsian. Ini dampak dari kekerasan yang terjadi sejak operasi keamanan. Ada tiga aktor dalam hal ini, yaitu masyarakat sipil, TNI/Polri, dan OPM," ujar dia.

Theo menyebutkan bahwa dari total 184 orang korban kemanusiaan konflik Nduga itu, terdapat 21 perempuan dewasa meninggal, 69 laki-laki dewasa meninggal, 21 anak perempuan meninggal, 20 anak laki-laki meninggal, 14 balita perempuan meninggal, 12 balita laki-laki meninggal, delapan bayi laki-laki meninggal, 17 bayi perempuan meninggal.

Berita Lainnya

Omnibus Law Keamanan Laut, Mahfud MD: Bertambah Jadi 24 UU

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan hasil pemetaan regulasi yang harus . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Korban Kejahatan Seksual Pejabat Buton Utara Dapat Bantuan Psikolog

SOKSINEWS.COM, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Pengamanan Laut

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menggelar rapat khusus terkait pengamanan wilayah . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

PPP Dukung Pansus Jiwasraya

SOKSINEWS.COM, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Arsul Sani yang juga Wakil Ketua MPR mengatakan partainya . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Polri: Ada 56 Pertanyaan Diajukan Penyidik Pada Novel

SOKSINEWS.COM, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik Komisi Pemberantasan . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020